Berita

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno/Net

Nusantara

Adi Prayitno Minta Pendidikan Soal Terorisme Masuk Kurikulum

SABTU, 10 APRIL 2021 | 14:25 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno beranggapan perlunya pendidikan yang terkait dengan tindak pidana terorisme masuk ke dalam kurikulum pembelajaran.

"Saya kira pemerintah perlu memasukan kurikulum pendidikan anti terorisme," kata Adi saat menjadi pembicara Seminar Publik bertajuk "Indonesia Di tengah Tantangan Terorisme" secara virtual, Sabtu (10/4).  

Pendidikan terkait dengan tindak pidana terorisme ini, menurut Adi, sangat penting dan wajib ada di berbagai tingkatan level pendidikan dari mulai pesantren hingga sekolah umum yang ada. Terorisme di Indonesia sangat serius dan menjadi bahaya laten.


"Ini serius, terorisme dan radikalisme itu laten dan berbahaya. Harus jadi pendidikan wajib di pesantren dan sekolah-sekolah yang ada," ujarnya.

Disamping sekolah, organisasi-organisasi massa juga perlu menambahkan pemahaman terkait dengan terorisme. Disisi lain, Adi menyoroti kurang perhatiannya partai politik di Indonesia dengan isu dan perkembangan terorisme saat ini.

"Mau tidak Parpol itu menjadikan terorisme itu menjadi penting," tanya Adi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya