Berita

Dari kiri ke kanan: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurthi Yudhoyono/Net

Politik

Temuan Survei IPO: Prabowo Di Bawah AHY, Anies Di Atas Ganjar 3 Persen

SABTU, 10 APRIL 2021 | 14:05 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Survei nasional dan kajian opini publik Indonesia Political Opinion (IPO) menemukan pengaruh penanganan pandemi Covid-19 terhadap tingkat keterpilihan tokoh-tokoh potensial untuk Pilpres 2024 mendatang.

Dalam materi rilis survei IPO yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, terdapat kecendrungan masyarakat yang dijadikan responden dengan total 1.200 orang, memilih sejumlah tokoh politik muda ketimbang tokoh politik senior.

Sebabnya, dari 20 nama tokoh potensial yang disajikan dalam survei yang dilaksanakan pada akhir Maret hingga awal April tahun ini, tokoh muda cukup tinggi tingkat keterpilihannya ketimbang tokoh politik senior yang ada.


Salah satu contoh yang paling menarik ialah sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mendapat urutan tertinggi, dan berada di atas perolehan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Secara persentase, Anies memperoleh tingkat keterpilihan sebanyak 15,8 persen dengan urutan pertama. Sementara, Ganjar berada diurutan kedua dengan persentase 12,6 persen, disusul Sandiaga Salahuddin Uno 9,5 persen dan Ridwan Kamil 7,9 persen.

Tak kalah menariknya, sosok Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurthi Yudhoyono, masuk ke dalam lima besar tingkat keterpilihan di survei IPO ini.

Putra sulung Presiden RI keenam ini mendapat perolehan tingkat keterpilihan sebesar 7,1 persen, atau berada di atas sosok Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang memperoleh 5,7 persen.

Selain itu di bawahnya, ada nama Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian yang memperoleh 4,5 persen, Presiden PKS Ahmad Saikhu 3,8 persen, mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan 2,3 persen, dan Ketua DPR Puan Maharani 1,6 persen.

Sementara, diurutan kesebelas hingga kelimabelas ada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 1,5 persen, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj 0,9 persen, Gubernur Jawa Timur Khofifah Inda Parawansa 0,8 persen, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan 0,7 persen dan mantan Pangima TNI Gatot Nurmantyo 0,5 persen.

Sementara, yang masuk urutan keenambelas hingga paling buncit antara lain ada Wakil Presiden Maruf Amin 0,5 persen, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 0,2 persen, Ketua Umum PPP Suharso Manoarfa 0,0 persen, Menko Polhukam Mahfud MD 0,0 persen dan Kepala KSP Moeldoko 0,0 persen.

Dari survei terkait tingkat keterpilihan ini, IPO mencatat sebanyak 24,1 persen mengaku tidak tau dan atau tidak menjawab.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya