Berita

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Politik

Ganjar Di Atas Puan, Tapi Tidak Punya Karpet Merah

JUMAT, 09 APRIL 2021 | 13:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Isu terkait adanya capres poros istana dan non istana untuk 2024 terus bergulir dan memunculkan beragam spekulasi tentang nama yang akan diusung.

Poros istana yang dipimpin PDI Perjuangan yang sangat memungkinkan berkoalisi dengan Partai Gerindra. Spekulasi pasangannya, Prabowo Subianto-Puan Maharani, Puan Maharani-Sandiaga Uno, atau Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno.

Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, kemungkinan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan diusung PDI Perjuangan sangat sulit dan nyaris tidak mungkin. Sekalipun Ganjar selalu moncer dalam sejumlah hasil survei.


Pasalnya, PDI Perjuangan akan lebih mendorong Puan Maharani yang punya “karpet merah” untuk Pilpres 2024 mendatang.

"Ganjar di atas Puan. Tapi Ganjar tak punya karpet merah ke PDIP," kata Adi Prayitno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (9/4).

Ganjar bisa saja berpindah partai jika kesal dengan kenyataan tersebut. Partai Golkar paling memungkinkan menjadi labuhan baru Ganjar Pranowo.

Hanya saja, sambung Adi, perpindahan itu tidak serta merta membuat nama Ganjar mulus dalam pencalonan presiden.

“Kalau pindah berharap diusung Capres itu mustahil," tuturnya.

"Golkar punya jagoan sendiri, di Golkar sudah mematok Airlangga. Itu juga banyak politisi senior berpengalaman," demikian Adi Prayitno.

Isu adanya poros Istana yang dipimpin PDI Perjuangan yang sangat memungkin berkoalisi dengan Partai Gerindra pada Pilpres 2024 pertama kali disampaikan Pengamat Politik yang juga Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun.

Menurut Refly, koalisi Istana pasca Joko Widodo, berpeluang menjagokan Prabowo Subianto-Puan Maharani, Puan Maharani-Sandiaga Uno, atau Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno.

"Karena kalau menyebut calon dari Istana. Empat nama itu yang mungkin dijagokan Istana pimpinan PDI Perjuangan," ujar Refly Harun dalam akun YouTube miliknya, Senin (5/4).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya