Berita

Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menemui Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Soal Wacana Penghapusan Premium, Ahok: Tanya Menteri, Kita Cuma Jalankan

KAMIS, 08 APRIL 2021 | 15:24 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Wacana penghapusan Premium sebagai salah satu bahan bakar minyak (BBM) di tanah air tampaknya bukan hal yang mustahil terjadi.

Pasalnya, Pertamina saat ini telah membuat program yang memang bertujuan mengajak masyarakat untuk meninggalkan penggunaan bensin jenis Premium.

"Kita baru bikin program langit biru, untuk mengajak masyarakat, mendidik supaya meninggalkan Premium," jelas Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kepada wartawan di rumah dinas Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, Loji Gandrung, Rabu malam (7/4).


Ahok menambahkan, masyarakat bisa memilih pengganti Premium dari jenis Pertalite atau Pertamax yang memiliki kualitas RON lebih bagus.

Namun demikian, Ahok enggan berbicara banyak saat ditanya soal kapan BBM Premium ini akan benar-benar dihapus. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, kebijakan tersebut merupakan kewenangan pemerintah.

"Saya tidak tahu (kapan premium dihapus), mesti tanya ke menteri. Kita cuma jalankan saja," ucapnya.

Lebih lanjut, Ahok juga memastikan Pertamina akan terus mengurangi pasokan Premium di perkotaan secara perlahan. Sehingga penggunaan Premium bisa digantikan dengan jenis lain.

"Nah ini kita bertahap (dikurangi), tapi di Jateng ini sedikit sekali yang pakai Premium. Ini dari lingkungan dan dari sisi ekonomi mungkin juga lebih baik Pertamax lebih hemat," tandas Ahok.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya