Berita

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonoomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto/Repro

Kesehatan

Kondisi Covid Global Jadi Satu Pertimbangan Pemerintah Cegah Arus Mudik Tahun Ini

KAMIS, 08 APRIL 2021 | 09:47 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Keinginan masyarakat untuk mudik hari raya Idul Fitri atau lebaran harus di rem dahulu pada tahun ini. Karena pemerintah telah menetapkan aturan pelarangan terkait ini.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonoomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 di dalam negeri saat ini memang telah menunjukan hasil yang membaik.

Berdasarkan laporan yang dia terima, penanganan Covid-19 dengan cara Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro mengubah jumlah kasus aktif menjadi single digit.


"Yaitu 7,4 persen dibandingkan global yang 17,3 persen," ujar Airlangga dalam jumpa pers virtual usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, yang dikutip melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (8/4).

Selain itu, Airlangga juga menyebutkan angka kasus sembuh Indonesia juga sudah di atas global yang 80,5 persen, yakni sebesar 89,9 persen. Namun, untuk kasus kematian angkanya masih di atas global yaitu 2,17 dibanding 2,7 persen di Indonesia.

"Perkembangan Covid di berbagai negara Eropa dan Asia masuk gelombang ketiga. Di mana di Inggris terjadi kenaikan di bulan Januari, demikian juga Belanda, Spanyol, dan Asia di India serta Papua Nugini. Sehingga ini menunjukan Covid belum selesai dan kita harus berhati-hati," paparnya.

Mantan Menteri Perindustrian ini turut menerangkan pengalaman tahun lalu pasca libur panjang Idul Fitri. Di mana, dengan penyekatan ketat dan berbagai kegiatan yang dilakukan terjadi kenaikan kaus harian sebesar 93 persen.

"Kemudian libur Agustus itu bahkan meningkat lebih tinggi lagi 119 (persen), libur Oktober 95 persen, dan Natal dan tahun baru 78 persen," sambungnya.

"Oleh karena itu Bapak Presiden (Jokowi) minta kebijakan pengendalian (arus mudik) itu agar segera dilaksanakan," demikian Airlangga Hartarto.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya