Berita

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua PDIP Puan Maharani/Net

Politik

Jokowi Sudah Murka Dikaitkan 3 Periode, Duet Kawan Lama Makin Terbuka

KAMIS, 08 APRIL 2021 | 09:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membantah dengan tegas tidak ada niatan untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden. Mantan walikota Solo itu juga menegaskan bahwa UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hanya memberi amanah seorang presiden menjabat dua periode.

Atas alasan itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno poros Istana bergantung pada PDI Perjuangan, yang kemungkinan besar akan berduet dengan kawan lama mereka, Partai Gerindra. Dalam hal ini, kedua partai diprediksi akan mengusung duet Prabowo Subianto-Puan Maharani.

"Jokowi sudah membantah dan murka kalau dikaitkan dengan 3 periode. Jadi sangat terbuka Prabowo-Puan berduet di Pilpres 2024. Duet duo kawan lama (PDI Perjuangan dan Gerindra)," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis (8/4).


Menurut pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, duet Prabowo-Puan sangat realistis jika mengacu elektabilitas di sejumlah lembaga survei.

"Apalagi lawan politik belum kelihatan kuat. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil masih di bawah Prabowo Subianto elektabilitasnya. Plus tak punya partai," kata Adi Prayitno.

Adi menambahkan, kendati Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo elektabilitasnya lebih tinggi dari Puan Maharani, namun PDI Perjuangan diyakini tidak akan mengusung orang nomor satu di Jateng itu untuk Pilpres 2024.   

"Ganjar di atas Puan (elektabilitasnya), tapi ganjar tak punya karpet merah ke PDIP," pungkasnya. 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya