Berita

Wakil Presiden Maruf Amin (tengah) dalam jumpa pers virtual usai meninjau proses vaksinasi di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, di Jakarta, Rabu, 7 April/Repro

Kesehatan

Tinjau Penyuntikan Vaksin AstraZeneca Untuk Pengurus MUI Pusat, Wapres: Harus Berlanjut Ke Daerah Agar Tidak Ada Keraguan

RABU, 07 APRIL 2021 | 17:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penyuntikan vaksin merk AstraZeneca kepada pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, di Jakarta, ditinjau langusng oleh Wakil Presiden Maruf Amin.

Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengatakan, pengunaan vaksin AstraZeneca di MUI memberikan kepastian kepada masyarakat terkait kebolehan pemakaiannya.

Sehingga kata Maruf Amin, meskipun bahan baku vaksin asal Inggris ini berasal dari tripsin yang bersumber dari pankreas babi, dan menyebabkan MUI menyatakan haram, namun tetap boleh digunakan dalam kondisi darurat.


"Vaksinasi di MUI Pusat ini istimewa, karena menggunakan vaksin AstraZeneca. Masalah ini kan jadi persoalan yang cukup hangat (diperbicangkan)," ujar Maruf Amin dalam jumpa pers usai meninjau proses vaksinasi di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (7/4).

"Tapi MUI sesuai dengan pandangan dan keputusannya, AstraZeneca walaupun bahannya ada sattu yang haram tapi dinyatakan boleh digunakan," sambungnya.

Maka dari itu, Maruf Amin berharap vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca ini bisa dilaksanakakn juga oleh pengurus MUI ditingkat daerah, demi memperkuat keyakinan masyarakat tentang kebolehan penggunaannya.

"Ini (vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca) yang akan terus dianjurkan ke MUI-MUI daerah provinsi kabupaten kota agar tidak ada keraguan (di masyarakat)" tuturnya.

"Jadi masyarakat tidak perlu ragu menggunakannya dari segi kebolehannya, menurut pandangan keagamaan oleh MUI," demikian Maruf Amin menambahkan.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya