Berita

Walikota Solo Gibran Rakabumingraka/Net

Politik

Bisa Saja Jokowi Abaikan Moeldoko Untuk Kepentingan Yang Lebih Besar "Gibran"

RABU, 07 APRIL 2021 | 10:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Kisruh di internal Partai Demokrat jilid I sudah selesai. "Pertarungan" dimenangkan AHY, adapun Moeldoko dan Jhoni Allen Marbun kalah.

Pemerintah lewat Kemenkumham resmi menolak pengesahan KLB kubu Moledoko. Tapi rencananya, akan ada upaya hukum lain yaitu ke PTUN.

Meskipun kepengurusan AHY konstitusional, kemenangan mereka pada jilid I diyakini ada campur tangan Presiden Jokowi.


Pemerhati politik M. Rizal Fadillah mengatatan, terkait kisruh Demokrat ini, bisa saja ada "deal" antara Jokowi dan AHY. Misalkan buat pilpres atau pilkada.

"Tidak tertutup kemungkinan AHY atau SBY memiliki "deal" tertentu dengan Jokowi apakah soal pilpres atau pilkada ke depan, atau kebijakan perundang-undangan tertentu yang telah masuk prolegnas," ujar dia kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (7/4).

"Moeldoko bisa diabaikan untuk kepentingan Jokowi yang lebih besar. Termasuk kepentingan nasib masa depan Gibran (Gibran Rakabumingraka, anak Jokowi)," sambung Rizal Fadillah menambahkan.

Namu jelas Rizal Fadillah, deal Jokowi dengan SBY-AHY dalam konteks Kemenkumham menolak KLB Moeldoko belum tentu memunculkan pasangan AHY-Gibran, karena Gibran diplot untuk Gubernur DKI, sementara AHY bermain di tataran capres-cawapres, atau menteri sebagai target antara.

"Kemungkinan terkuat adalah Partai Demokrat siap mendukung Gibran untuk Cagub DKI dengan pasangan siapapun," ucapnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya