Berita

Fadli Zon dan Arief Poyuono/Net

Politik

Prabowo Masih Mau, Tidak Mungkin Gerindra Capreskan Fadli Zon Atau Arief Poyuono

SELASA, 06 APRIL 2021 | 18:29 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Di Partai Gerindra, ada dua figur yang memiliki elektabilitas tinggi.

Yaitu, ketua umumnya Prabowo Subianto, dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga S. Uno.

Baik Prabowo dan Sandi, saat ini sama-sama di kabinet Presiden Jokowi. Prabowi sebagai Menhan sementara Sandi menjabat Menparekraf.


Pada Pilpres 2019, Prabowo-Sandi adalah pasangan capres dan cawapres yang diusung koalisi Partai Gerindra-Partai Demokrat-PKS-PAN-Partai Berkarya.

Pakar komunikasi politik Hendri Satrio mengatakan, memiliki elektabilistas tinggi, Gerindra sepertinya akan mengusung Prabowo atau Sandi pada Pilpres 2024.

"Kalau enggak Prabowo ya Sandi Uno. Memang ada nama seperti Fadli Zon bahkan sampai Arief Poyuono, tapi menurut saya enggak akan sampai ke sana," ujar Hendri Satrio dalam diskusi virtual Obrolan Bareng Bang Ruslan-RMOL tema "Membaca Capres Istana dan Non Istana", Selasa (6/4).

Alasannya menurut pendiri lembaga survei KedaiKOPI itu, Prabowo sepertinya masih punya keinginan untuk nyapres lagi.

"Kecuali memang dari awal Prabowo sudah memerintahkan Gerindra untuk mempersiapkan siapa yang akan maju selain dirinya," ucap Hendri Satrio.

Masih bacaan Hendri Satrio, Prabowo juga bisa mengikuti tren dunia, yaitu kembali berjayanya para politisi tua. Seperti fenomena Joe Biden di Amerika Serikat, dan Mahathir Mohamad di Malaysia.

Jelas Hendri Satrio, kalau ini yang terjadi, Prabowo kemungkinan akan berhadapan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dan politisi senior Partai GOlkar M. Jusuf Kalla.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya