Berita

Kementerian Luar Negeri Kamboja/Net

Dunia

Pengamat Dukung Laporan HAM AS Tentang Kamboja: Situasi Sebenarnya Lebih Buruk Daripada Membaik

SELASA, 06 APRIL 2021 | 14:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kamboja sampai saat ini belum menunjukkan perbaikan masalah HAM. Presiden Institut Demokrasi Kamboja mengatakan, bahkan HAM telah menjadi situasi yang mengkhawatirkan di negaranya.

“Dalam pengamatan saya, dari bekerja secara langsung dengan warga dan orang lain, penghormatan terhadap hak asasi manusia dan demokrasi di Kamboja tidak dalam kondisi yang baik dan telah menurun ke tingkat yang mengkhawatirkan, terutama setelah pembubaran Partai Penyelamat Nasional Kamboja," kata Pa Chanroeun, seperti dikutip dari Phnom Penh Post, Senin (5/4).

AS dalam laporan yang dikeluarkan pada 30 Maret lalu menyebut bahwa mereka telah mengamati impunitas hukum yang meluas di masyarakat Kamboja untuk orang-orang istimewa yang kaya atau memiliki hubungan politik.


Kerajaan Kamboja melalui Kementerian Luar Negeri bereaksi keras terhadap laporan itu. AS tidak memenuhi prinsip untuk menghakimi tanpa bukti yang mendasar. Bahwa kepemimpinan dalam hak asasi manusia harus dimulai di rumah, dan bahwa laporan tahunan itu ternyata tidak memasukkan AS yang padahal juga banyak melakukan tindakan pelanggaran HAM yang selama ini selau disangkal.

Alih-alih mendukung bantahan Pemerintah Kamboja itu, Chanroeun malah menegaskan bahwa situasi di Kamboja sebenarnya lebih buruk daripada membaik.

“Saya setuju dengan temuan AS, karena laporan itu diteliti dengan baik dan digunakan sebagai barometer dari pernyataan yang ditemukan dalam Konstitusi Kamboja dan beberapa substansi Perjanjian Damai Paris,” ujar Chanroeun.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya