Berita

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Net

Politik

Meski Bukan Kader, Jika Peluangnya Besar Nasdem Akan Usung Anies-Ganjar

SELASA, 06 APRIL 2021 | 10:34 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

. Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo diprediksi bisa berduet pada Pilpres 2024 diusung oleh Partai Nasdem. Kemungkinan itu bisa terjadi jika PDI Perjuangan mengusung Prabowo Subianto-Puan Maharani atau Puan Maharani Sandiaga Uno.

Menyikapi hal tersebut, pengamat politik dari Indonesia Poitical Review, Ujang Komarudin mengatakan bahwa saat ini bakal capres dan cawapres tengah memasang kuda-kuda untuk meraih simpati masyarakat.

"Semua itu kan baru kemungkinan. Kemungkinan itu bisa terjadi dan bisa juga tidak. Saat ini semua capres dan cawapres masih pasang kuda-kuda, ancang-ancang, dan tebar pesona masing-masing, guna meraih simpati rakyat. Agar popularitas dan elektabilitasnya terus naik," ujar Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (6/4).


Menurutnya, politik itu semua serba mungkin. Namun tergantung juga pada dinamika politik yang akan terjadi ke depan.

"Tergantung dari tinggi atau rendahnya elektabilitas masing-masing siapa. Siapa yang elektabilitasnya tinggi, akan banyak partai yang datang. Dan yang elektabiltasnya rendah akan terbuang," katanya.

Ujang berkeyakinan Nasdem akan rela jika pasangan capres dan cawapres yang diusungnya nanti dari kalangan profesional, selama keduanya memiliki elektabilitas yang sangat tinggi.

"Nasdem akan rela-rela saja. Tergantung target dan kepentingan politik Nasdem. Jika menguntungkan Nasdem dan capresnya akan menang, Nasdem akan all out. Jika keduanya elektabilitasnya tinggi, partai akan datang," ucapnya.

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G. Plate sebelumnya mengatakan, partainya tidak sepakat dengan pendapat Refly Harun yang menyebut Nasdem kemungkinan besar akan mengusung Anies Baswedan-Ganjar Pranowo pada 2024.

Johnny yang juga Menkominfo itu menambahkan, Refly perlu menghormati keputusan Nasdem dalam mempersiapkan Pilpres 2024 melalui jalur konvensi.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya