Berita

Moeldoko/Net

Politik

Sudah Dikenal Publik, Moeldoko Disarankan Dirikan Partai Baru

SENIN, 05 APRIL 2021 | 14:48 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Usai pengajuan hasil Kongres luar biasa (KLB) Sibolangit ditolak Kemenkumham, Moeldoko disarankan memilih jalan politik dengan mendirikan partai baru.

Demikian saran pengamat politik Wempy Hadir saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (5/4).

Menurut Wempy, secara objektif kekuatan hukum Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuat peluang Moeldoko sangat tipis.


Kata Wempy, penolakan Menkumham akan membuat legitimasi mantan Panglima TNI itu akan terus berkurang, jika tetap keukeuh merebut kepemimpinan AHY.

"Bahkan saya bisa katakan sangat kecil ruang bagi kubu KLB untuk mendapatkan kekuatan hukum," demikian kata Wempy.

Dalam pandangan Wempy, Moeldoko telah dikenal publik secara luas. Ia menilai lebih baik Moeldoko mengambil pilihan untuk mendirikan partai baru.

Apalagi, sebagai mantan Panglima TNI, Wempy meyakini Moeldoko mempunyai rekam jejak kepemimpinan yang mumpuni.

"Saya tidak ragu kemampuannya dalam memimpin partai politik.

Dengan demikian energi Pak Moeldoko tidak dibuang percuma untuk melakukan proses hukum lanjutan atas keputusan yang dibuat oleh Menkumham," demikian kata Wempy.

Rabu (31/3) lalu Menkumham menolak pengajuan penegsahan KLB yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum.

Argumentasi hukumnya, merujuk pada UU partai Politik dan Permenkumham 34/2017, kubu Moeldoko tidak mampu melengkapi dokumen yang dibutuhkan pemerintah.

Merespons putusan Menkumham, kubu Moeldoko merespons dengan akan menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya