Berita

Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Muti/Net

Politik

Cara Pandang Umat Di Negara Mayoritas Muslim Masih Sempit, PP Muhammadiyah: Realitas Yang Harus Diselesaikan

SENIN, 05 APRIL 2021 | 09:34 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pernyataan Wakil Presiden Maruf Amin bahwa cara pandang umat yang sempit membuat banyak negara Muslim tertinggal turut diakui oleh PP Muhammadiyah. Pemikiran sempit dari umat menjadi masalah yang harus dicari solusinya bersama-sama.

"Salah satu masalah yang dihadapi umat Islam adalah kejumudan yaitu berpikir sempit dan tertutup. Kejumudan adalah pangkal ekstremisme, primordialisme, radikalisme, dan fanatisme golongan yang berlebihan. Kejumudan adalah sikap anti ilmu pengetahuan dan menolak kemajuan," papar Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Muti kepada wartawan, Minggu (4/4).

"Apa yang disampaikan oleh Wapres Maruf Amin adalah realitas masalah yang harus kita selesaikan," tambahnya.


Menurut Abdul Muti masyarakat yang berpikiran sempit sehingga tidak percaya adanya pandemi Corona harus diyakinkan dengan sudut pandang agama dan ilmiah. Repotnya, sosialisasi mengenai hal itu belum terlalu masif dilakukan pemerintah.

"Pemerintah perlu bekerjasama dengan semua pihak termasuk dengan media agar masyarakat dapat memahami Covid-19 dengan benar dan bekerjasama dalam penanggulangan," terangnya.

Abdul Muti juga menilai kaum berpikiran sempit rentan terpengaruh paham radikalisme. Terlebih masalah radikalisme adalah hal yang sangat kompleks.

"Akar radikalisme itu sangat kompleks. Tidak melulu karena masalah pemahaman agama. Memang agama adalah salah satu faktor. Tetapi jangan hanya melihat pada aspek agama. Radikalisme bisa juga disebabkan oleh faktor ketidakadilan politik, ekonomi, hukum, dan sosial. Sebagian juga karena faktor psikologis misalnya diskriminasi, kekosongan jiwa, putus asa, dan masalah lainnya," bebernya.

Untuk itu, Abdul Muti menekankan bahwa penyelesaian masalah radikalisme itu harus dilakukan secara menyeluruh, serta perlu melibatkan masyarakat secara langsung.

"Penyelesaian masalah radikalisme harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan sebanyak mungkin elemen masyarakat," tandasnya.

Wakil Presiden Maruf Amin sebelumnya menyatakan, negara-negara dengan mayoritas berpenduduk Islam mengalami ketertinggalan dalam bidang ekonomi, pendidikan, bahkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Nah, salah satu penyebabnya adalah cara berpikir masyarakat dan para dai yang masih sempit.

Ditegaskan Wapres, para dai seharusnya tidak boleh ikut dalam pemikiran sempit. Seperti yang terjadi saat ini, di mana masih ada masyarakat yang menganggap virus corona baru sebagai sebuah konspirasi.

"Cara berpikir yang wasathy bukanlah cara pandang atau cara berpikir yang eksklusif dan sempit serta tidak terbuka terhadap perubahan. Karena itu, para dai harus meneladani cara berpikir Rasulullah SAW dan tidak ikut dalam arus berpikir sempit, seperti fenomena yang muncul belakangan ini. Contoh sederhana cara berpikir sempit adalah tidak percaya bahwa Covid-19 adalah nyata, atau percaya pada teori-teori konspirasi tanpa mencoba untuk memahami fenomena dengan akal sehat dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan," ucap Wapres Maruf Amin.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

RI Peringkat 18 Kasus Anti-Dumping, Kalah Agresif dari AS dan India

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:19

Publik Diajak Terlibat Awasi Kualitas Makanan Lewat Aplikasi Reviu Pelaksanaan MBG

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:04

Keluarga Terdakwa Kasus Pembunuhan di Pemalang Ngadu ke Legislator Nasdem

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52

Lembang Berpeluang Diserbu Wisatawan saat Long Weekend

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:33

Kemlu RI Rayakan Africa Day 2026 Lewat Laga Persahabatan Diplomatik

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:29

Sudah Bertransformasi, Penguatan Literasi Digital jadi Kunci Cegah TPPO

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26

Salat Id di Prancis, Prabowo Cetak Sejarah

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:22

RI-Thailand Perkuat Hubungan Bisnis dan Kerja Sama Hukum

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:54

Haji Mabrur Jadi Duta Antikorupsi

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:50

Prabowo Dijadwalkan Salat Iduladha Bersama Diaspora RI di Paris

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:37

Selengkapnya