Berita

Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti saat berada di menara pemantau api milik PT ITCI Hutani Manunggal di lokasi calon IKN, Kecamatan Sepaku, PPU/Ist

Politik

Kepada LaNyalla, Warga Kaltim: Kami Tidak Ingin Hanya Jadi Penonton Ibukota Negara

MINGGU, 04 APRIL 2021 | 19:45 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Menara pantau yang juga disebut sebagai titik nol lokasi Ibukota Negara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) menjadi titik awal kunjungan kerja Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti ke Kalimantan Timur, Minggu (4/4).

Di lokasi tersebut, LaNyalla mendengar langsung aspirasi yang disampaikan Camat Sepaku, Ridwan Abdul dan sejumlah kepala desa setempat.

Kepada Ketua DPD RI, warga yang juga didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Mulyadi menyampaikan agar pemerintah pusat memperhatikan akses infrastruktur di Kalimantan Timur yang masih belum sepenuhnya memadai sebagai wilayah penyangga IKN.


Selain itu, mereka juga meminta agar pemerintah mengaku keberadaan mereka secara legal melalui sertifikat tanah yang dihuni masyarakat.

“Kami, warga di sini tidak ingin hanya sebagai penonton dalam proses pembangunan IKN, terutama warga Kecamatan Sepaku, yang mayoritas transmigran bertahun-tahun membuka lahan di sini namun masih tinggal di atas tanah tumpang tindih dengan kawasan hutan," kata Ridwan Abdul kepada LaNyalla.

Menanggapi hal itu, LaNyalla berjanji akan menyampaikan kepada Presiden Jokowi apa yang menjadi harapan warga di lokasi IKN khususnya, dan masyarakat Kaltim pada umumnya.

Usai menerima aspirasi di lokasi, Senator asal Kaltim Muhammad Idris,  meminta warga mendoakan agar IKN bisa rampung tahun 2024 nanti, dan tongkat estafet dari Presiden Jokowi bisa ditakdirkan ke tangan LaNyalla.

“Mari kita aminkan, semoga kunjungan Pak LaNyalla ke sini, akan menjadi titik awal untuk nanti di tahun 2024 ditakdirkan menjadi pemimpin negeri dan berkantor di Ibukota Baru,” ucap Idris, yang diaminkan warga dan para Senator yang mendampingi.

Dalam kunjungan ke Kaltim, LaNyalla turut didampingi Senator Kaltim, Zainal Arifin, Aji Mirni Mawarni dan Muhammad Idris. Ikut juga mendampingi Senator Djakfar Al Katiri (Sulut), Bustami Zainuddin (Lampung), Wa Ode Rabiah (Sultra), Cherish Harriette (Sulut), Adila Aziz (Jatim), Asyera Wundalero (NTT), Amaliah dan Jyalika Maharani (Sumsel).

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya