Berita

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu/Net

Politik

Kilang Balongan Terbakar, Said Didu Tagih Komitmen Jokowi Bangun Kilang Minyak

JUMAT, 02 APRIL 2021 | 20:01 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kilang minyak Pertamina di Balongan, Indramayu yang terbakar mengingatkan Said Didu pada komitmen Joko Widodo membangun kerjasama dengan negara tetangga untuk membangun ilang minyak di dalam negeri.

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menyampaikan hal tersebut dalam diskusi virtual Narasi Institute yang dipimpin Achmad Nur Hidayat, Jumat (2/4).

"Masih ingat 2014 Presiden Jokowi mengatakan harus membangun kilang," ujar Said Didu saat pemaparan.


Kala itu, Said Didu ingat pernytaaan Jokowi tersebut bertepatan dengan momen Menteri ENergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said melakukan perundingan dengan Arab Saudi untuk membantu Indonesia membangun kilang minyak.

Said Didu yang waktu itu masih menjabat sebagai staf khusus menteri ESDM justru mendengar komitmen lain dari Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Rusia didampingi beberapa menteri lainnya.

"(Jokowi) menyatakan tidak jadi Aramco dipindakan ke Rosemead. Bayangkan kejadiannya, Pak Sudirman Said meminta tolong diundur dulu pengumumannya 4 jam supaya dia bisa keluar dari Arab Saudi baru diumumkan," papar Said Didu.

Namun dalam konteks kebakaran kilang Balongan, Said Didu melihat bahwa pemerintah kini telah kehilangan salah satu sumber pengelolaan minyak terbaik di dalam negeri.

"Balongan itu tidak terlalu masalah, tapi yang problem adalah ini di tengah-tengah kesulitan kita mendapat devisa ada kebakaran, sehingga akan mengimpor sebesar produksi balongan sekitar 125 ribu barrel per hari," ucap Said Didu.

"Berarti kan kita harus mengimpor itu untuk menutupi itu (kehilangan Kilang Balongan yang terbakar). Bahwa kelangkaan di masyarakat bisa diatasi, tapi dipastikan Pertamina harus mengimpor dan menghabiskan devisa sebesar 125 ribu barrel per hari," sambungnya.

Maka dari itu, Said Didu menagih kembali komitmen Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan kemandirian energi dalam hal membangun kilang minyak.

"Nah ini semua saya pikir sangat bergantung pada berpikirnya presiden. Presiden mau apa?" katanya.

"Dan Pertamina kehilangan keuntungan, karena sebenarnnya sumber yang cukup bagus itu adalah Kilang Balongan. Itu kilang paling modern yang kita miliki," demikian Said Didu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya