Berita

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi/Net

Politik

PAN Paling Buncit Dalam Survei SMRC, Viva Yoga: Kami Tidak Kaget Jadi 'Partai Nasakom'

JUMAT, 02 APRIL 2021 | 14:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Hasil survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Maret 2021 yang menunjukkan Partai Amanat Nasional (PAN) menempati urutan buncit dengan elektabilitas 2,5 persen ditanggapi santai oleh petinggi partai.

Pihak PAN tidak merasa kaget apalagi panik dengan hasil survei tersebut.

Pasalnya, sejak 2004 hingga 2021, dalam rilis beberapa lembaga survei, elektabilitas PAN selalu berkisar antara 1 sampai 2 persen saja. Meskipun, PAN sudah masif membuat program dan kegiatan bagi masyarakat.


"Tetapi ketika disurvei hasilnya selalu konstan, menjadi 'partai Nasakom' (nasibnya satu koma, red)," kata Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (2/4).

Menurut Viva Yoga, jika hanya mengacu survei yang dilakukan oleh lembaga survei tersebut maka sejak Pemilu 2004 PAN seharusnya tidak lolos parlimentary threshold. Faktanya, hasil perolehan suara PAN di Pemilu berbeda 500 persen dengan hasil survei.

"Di Pemilu 2004 PAN memeroleh suara nasional sebesar 6,44 persen, Pemilu 2009 sebesar 6,01 persen, Pemilu 2014 sebesar 7,59 persen, dan Pemilu 2019 sebesar 6,84 persen," papar dia.

"Jadi, ada perbedaan sebesar 500 persen antara prediksi melalui hasil survei oleh para lembaga survei dengan hasil resmi Pemilu yang ditetapkan oleh KPU," sambungnya.

Alhasil, Jurubicara PAN ini justru mempertanyakan kredibilitas lembaga survei yang selalu menempatkan PAN di urutan buncit dan nyaris tidak lolos parlemen. Namun, temuan survei-survei tersebut acap kali meleset.  

"Aneh kan? Masa hasilnya berbeda 500 persen ketika PAN disurvei. Apakah lembaga survei itu tidak kredibel? Tidak berlandaskan pada kaidah ilmiah? Atau karena faktor lain?" tegasnya.

Viva Yoga menambahkan, salah satu alasan para surveyor ketika PAN menanyakan mengapa hasil survei selalu berbeda dengan hasil Pemilu yaitu karena yang berperan penting adalah pergerakan para caleg PAN. Sehingga hasil Pemilu berbeda dengan hasil survei.

"Lha, lalu para caleg dari partai politik lain saat kampanye pemilu apakah tidur? Hehehe... Kan sama-sama bergerak berkompetisi mencari suara di Dapil," cetusnya.

"Beberapa kali 'hasil survei aneh untuk PAN' kita tanyakan kepada surveyor, tetapi mereka tidak dapat memberi penjelasan secara scientifik dan ilmiah," tambah Viva Yoga.

Namun demikian, apapun hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei tersebut tetap akan menjadi cermin evaluasi diri bagi PAN. Sebagai input data bagi PAN untuk memperkaya informasi dalam membuat perencanaan strategis pemenangan Pemilu 2024.

"PAN secara rutin dan berkala telah melakukan survei yang dilakukan oleh lembaga survei independen untuk mengetahui elektabilitas, prioritas program, dan variabel lain yang dibutuhkan PAN. Dan hasil survei internal tersebut memang berbeda dengan rilis yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei sejak tahun 2004 sampai sekarang," pungkasnya.

Menurut hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Maret 2021, PAN menempati urutan terakhir dengan elektabilitas 2,5 persen.

"PAN dan PPP harus cukup waspada menuju Pemilu 2024. Bila tidak bekerja keras, PPP bisa saja tidak lolos pada 2024 seperti dialami Hanura 2019,” ujar Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas pada Kamis (1/4).

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya