Berita

Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas NH Kertopati/Net

Hukum

Pengamat Intelijen: Pola Rekruitmen Teroris Kini Lebih Terbuka Lewat Ruang Publik

KAMIS, 01 APRIL 2021 | 01:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pola rekrutmen pelaku terorisme di Indonesia saat ini dianggap sudah dilakukan secara terbuka dan menyasar kaum milenial.

"Pola rekrutmen (teroris) saat ini berkembang menjadi lebih terbuka menggunakan ruang publik seperti sekolah kampus, perkumpulan agama, dan lain-lain,” kata pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas NH Kertopati kepada wartawan, Rabu (31/3).

Menurut Nining, sapaan Susaningtyas, kebanyakan milenial masih mencari jati diri dan mengikuti arah pihak yang paling berpengaruh. Sangat sedikit dari usia milenial memiliki karakter yang kuat, sehingga mudah dipengaruhi hal-hal yang melawan negara.


Oleh karenanya, ia menilai milenial perlu bersikap kritis jika menyangkut hal-hal terkait pilihan hidupnya.

"Kritis itu tentu bila menyangkut hal terkait dengan pilihan hidupnya. Bila salah ajaran, maka kritis itu muncul justru sebagai anti ideologi negara," ujarnya.

Nuning berpesan kepada milenial agar bijak memilih pergaulan dan menghindari kelompok garis keras. Sedangkan penegak hukum harus bisa membaca penetrasi ideologi yang dinormalisasikan sehingga menciptakan enabling environment bagi kelompok teroris untuk melakukan rekrutmen, kaderisasi, dan mendapatkan dukungan dana dan politik.

"Hati-hati saat ini proses enabling environtment marak, sehingga yang tidak wajar terasa wajar atau normal,” imbuhnya.

Meski rekrutmen juga dilakukan tertutup, kata Nining, ada ruang-ruang publik yang dipakai dalam proses penjaringan seperti sekolah, kampus, dan media sosial. Hal inilah yang patut diantisipasi pemerintah dan masyarakat itu sendiri dalam menghindari kaum milenial terjebak dalam ideologi teroris.

"Memang pemerintah sudah punya aturan, tapi butuh peran serta masyarakat untuk membantu pengentasan masalah terorisme. Dan ini baik jika milenial dilibatkan,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya