Berita

Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti/Ist

Politik

Ketua DPD RI: Banyak Konten Kreator Bikin Karya Tidak Mendidik, Ini Mengkhawatirkan

RABU, 31 MARET 2021 | 00:29 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Era digitalisasi mampu mendorong lahirnya banyak konten kreator di Tanah Air. Sayangnya, konten yang dihadirkan di beberapa platform media sosial banyak yang tidak mendidik.

Menurut Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, perkembangan konten yang tidak mendidik ini semakin masif. Jika tidak diantisipasi, hal ini bisa berpengaruh pada perkembangan anak-anak.

"Banyak sekali konten yang kurang mendidik. Para konten kreator atau pemilik akun hanya menjadikan media sosialnya sebagai hiburan semata. Sangat jauh sekali dari nilai edukatif. Hal ini sangat mengkhawatirkan untuk perkembangan jiwa anak-anak dan remaja," kata LaNyalla, Selasa (30/3).


Salah satu hal yang ia contohkan adalah kasus seorang remaja terlindas truk di Pamulang, Tangerang Selatan hanya gara-gara akan membuat konten video.

"Bagaimana tidak miris, anak-anak sampai meregang nyawa untuk hal yang tidak jelas. Hal ini sudah pada taraf yang membahayakan jiwa bagi anak yang membuat konten dan juga yang menonton konten. Apalagi banyak orang tua yang tidak terlalu mengawasi tontonan anaknya," ujarnya miris.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menilai perlu adanya literasi digital untuk anak-anak dan remaja dengan konten yang mendidik dan mengedukasi. Literasi digital dibutuhkan sebelum permasalahan ini makin meluas pada ranah lainnya.

"Literasi digital dapat masuk kurikulum muatan lokal. Namun, tentunya hal ini pun harus dipahami oleh guru dan orang tua. Keterlibatan kedua komponen ini merupakan faktor terpenting," jelasnya.

"Kanal media ini sangat penting bagi mereka. Oleh karena itu, bekal literasi digital sudah hal yang urgent agar tidak mencelakakan nyawa mereka dan juga masa depan anak-anak bangsa," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya