Berita

Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara/Net

Hukum

Saksi Uraikan Kronologi Sewa Pesawat Pribadi, Ada Permintaan Juliari?

SELASA, 30 MARET 2021 | 19:53 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami aliran uang suap korupsi bantuan sosial pada Kementerian Sosial dari terdakwa Harry Van Sidabukke.

Terlebih, soal uang untuk sewa pesawat pribadi yang digunakan mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Fasilitas mewah itu disebutkan diambil dari uang setoran vendor terkait pengadaan bansos.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Senin kemarin (29/3), jaksa bertanya kepada saksi Sanjaya yang merupakan sopir tersangka mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso.


Awalnya, saksi Sanjaya mengaku pernah mentransfer uang sebesar Rp 40 juta kepada ajudan Juliari, Eko Budi Santoso. Uang itu diakui dia berasal dari Joko.

"Bapak (Joko) pernah nyuruh saya transfer dari rekening bapak sendiri, buat ke rekening ajudan menteri. Bapak sendiri yang menyuruh saya," kata Sanjaya.

Kemudian, Jaksa juga bertanya kepada saksi soal ada tidaknya kiriman uang selanjutnya untuk Juliari melalui ajudannya selain Rp 40 juta.

"Selain berikan uang tadi, ada gak Pak Joko berikan uang untuk menteri?" tanya Jaksa.

"Saya pernah dengar dan mengantarkan bapak pagi-pagi itu ke bandara Halim Perdana Kusuma. Bapak cerita bawa uang Rp 2 miliar dan ketemu Pak Adi," jawab Sanjaya.

Adi Wahyono atau Adi merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos dan juga menyandang status tersangka.

"Bawa uang untuk Pak Adi di Bandara Halim? Duit untuk apa katanya?" cecar Jaksa.

"Kalo uang untuk apa saya kurang tahu, Pak. Kalo kata Pak Joko cerita sih buat sewa pesawat. Dolar sepertinya Pak," ujar Sanjaya.

Namun Sanjaya mengaku tidak melihat langsung penyerahan uang tersebut dari tersangka Joko ke Adi.

"Apakah pada saat itu ada perjalanan Pak Menteri? Ada carter pesawat yang dipakai Kemensos?" tegas Jaksa.

Sanjaya mengaku tidak tahu. Dia mengaku hanya mengantarkan Joko. Begitu pun soal siapa yang memerintahkan Joko mengantarkan uang tersebut ke bandara Halim.

"Saya kurang tahu Pak, saya cuma antar Pak Joko aja," singkat Sanjaya.

"Apakah saudara tau pada saat itu ada carter pesawat jet pribadi ke Semarang, Kendal?" tanya Jaksa lagi.

"Kalau carter pesawatnya sih saya nggak tau Pak," imbuh Sanjaya.

Pada sidang sebelumnya, Juliari Batubara mengaku pernah menggunakan pesawat pribadi dalam kunjungan kerjanya.

Namun, Juliari dengan tegas mengaku tidak mengetahui asal usul uang yang dipakai Adi untuk membayar biaya sewa pesawat.

Apalagi, kata Juliari, soal urusan sewa menyewa pesawat untuk kepentingan kunjungan kerjanya sudah pernah dilakukan oleh menteri-menteri sebelumnya.

"Seingat saya laporan dari anak buah saya pernah. Menterinya saya nggak ingat. Ya itu tadi persisnya saya nggak ingat, tapi pernah," ujar Juliari.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya