Berita

Ketua Kelompok Fraksi PKB di Komisi VI DPR RI, Nasim Khan/Ist

Politik

Nasim Khan Desak Pemerintah Prioritaskan Vaksin Halal

SELASA, 30 MARET 2021 | 14:55 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah harus berhati-hati dan mempertimbangkan berbagai aspek dalam menyediakan vaksin Covid-19 untuk masyarakat, salah satunya aspek halal-haram.

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKB di Komisi VI DPR RI, Nasim Khan mengatakan, prinsip kehati-hatian tersebut penting agar program vaksinasi massal yang kini sudah berjalan tak mengalami kendala.

“PKB ingin memperjuangkan prinsip-prinsip dan kepentingan semua umat, kami meminta pemerintah menjalankan prinsip kehati-hatian agar nantinya tidak mubadzir dan tidak menimbulkan kontroversi di masyarakat,” kata Nasim Khan kepada wartawan, Selasa (30/3).


Hal tersebut juga disampaikan berkenaan dengan fatwa MUI yang menyatakan vaksin AstraZeneca haram namun bisa digunakan karena kepentingan darurat.

Ia mengaku paham dengan fatwa tersebut, namun ke depan ia menyarankan pemerintah bisa lebih peka dengan kondisi masyarakat Indonesia mayoritas berkeyakinan Islam.

Untuk itu, dia meminta pemerintah memprioritaskan vaksin halal dan suci supaya bisa diterima semua masyarakat dan tidak menimbulkan kontroversi.

Merujuk kebutuhan vaksin di Indonesia yang diperkirakan sekitar 420 juta dosis demi memenuhi kebutuhan 181,5 juta sasaran vaksinasi, kata dia, sudah semestinya pemerintah tak hanya mengandalkan pasokan vaksin impor.

“Seperti yang sudah disampaikan para Dirut BUMN sektor farmasi seperti PT Bio Farma, Kimia Farma dan Indofarma, ketersediaan vaksin pasti akan bisa dilakukan oleh beliau-beliau. Bila bisa ada yang halal, buat apa yang haram,” lanjut Wakil Bendahara Umum PKB ini.

“Kami mendorong pemerintah percepat pengembangan vaksin Merah Putih dan terus membantu mengawal persiapan vaksin tersebut. Soal stok AstraZeneca yang sudah ada, silakan distribusikan secepatnya karena setahu saya masa kedaluwarsanya sangat pendek,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya