Berita

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi/Net

Presisi

Pasca Bom Makassar, Gereja Di Jakarta Diperketat

SENIN, 29 MARET 2021 | 02:04 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Polres Metro Jakarta Pusat melakukan pengamanan di sejumlah gereja yang berada di wilayah hukum Jakarta Pusat sebagai upaya antisipasi pasca bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan pola aksi bom bunuh diri sebelumnya yang terjadi di Surabaya dan Medan.

Dalam kegiatan pengecekan tersebut, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi mengajak unsur TNI yang dipimpin Dandim 0501/ JP BS  Kolonel inf Luqman Arief.

Pola kegiatan yang dilakukan guna mengantisipasi upaya serupa dengan peningkatan kegiatan preemtif dan preventif. Di antaranya meningkatkan penjagaan dan patroli di gereja dan tempat ibadah lain di wilayah hukum.


Kombes Hengki Haryadi memaparkan, upaya yang dilakukan yakni menempatkan mobil patroli dan anggota di sekitar gereja-gereja sebagai bagian dari pencegagan. Kemudian dilakukan mekanisme screening terhadap orang yang akan maksuk ke tempat ibadah.

“Kami melaksanakan patroli skala besar dengan melibatkan unsur TNI Pemda, Pam Swakarsa serta komponen bangsa yang lain,” ujar Kapolres Jakpus lewat keterangan persnya, Minggu (28/3).

Selain itu, aparat kepolisian setempat juga memberdayakan pengaman internal gereja atau tempat ibadah melalui kegiatan yang memberikan motivasi dan arahan untuk meningkatkan kewaspadaan. Lalu, mengecek fungsi CCTV di gereja/tempat ibadah dan sekitarnya dan dipastikan berfungsi

Terakhir, melaksanakan sambang dan tatap muka kepada pengurus dan jemaat gereja/tempat ibadah untuk memberikan rasa aman.

“Mewaspadai adanya aksi teror bom bunuh diri lanjutan yang menyasar sasaran lain. Oleh karenanya, tetap perketat pengamanan obyek vital yang lain serta terapkan buddy system bagi anggota yang bertugas di lapangan sembari melakukan penjagaan terhadap gereja/tempat ibadah,” tandasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya