Berita

Pengamat sosial politik, Heru Cipto Nugroho/Net

Politik

Airlangga Dan Anies Anak Bangsa Yang Punya Kapasitas Sebagai Pemimpin NKRI

MINGGU, 28 MARET 2021 | 20:04 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Suhu politik dalam figur calon presiden dan wakil presiden makin meningkat menuju pentas akbar 2024 mendatang.

Bila melihat manuver partai politik dalam rentang 2020 hingga awal 2021ini, ada kans Partai Golkar dan Nasdem bersatu mengusung jagoan di 2024. Hal itu merujuk adanya pertemuan antara Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum Nasdem, Surya Paloh belum lama ini.

Untuk Golkar sendiri, nama Airlangga terus didorong kader untuk maju berkontestasi. Sedangkan Nasdem kemungkinan besar akan mendukung Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan lantaran beberapa waktu lalu sudah menyampaikan dukungannya kepada sang gubernur.


"Walaupun demikian, Ketum Partai Nasdem Surya Paloh juga menyerahkan keputusannya kepada Anies lagi untuk kesediannya ikut kontes nyapres 2024 mendatang," kata Heru CN, Minggu (28/3).

Heru CN meyakini, baik Airlangga maupun Anies punya niat mengikuti kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

"Dengan dukungan dari Partai Nasdem dan Partai Golkar serta termasuk dukungan institusi parpol lainnya, kedua pihak anak bangsa ini memenuhi kapasitas dan kapabilitas sebagai pemimpin NKRI," lanjut Heru CN.

Oleh sebab itu, Heru berpandangan Airlangga yang menjabat sebagai Menko Perekonomian harus bisa menunjukkan kebijakan ekonomi Indonesia agar cepat membaik.

"Sebagai putra Bapak Hartanto mantan menteri di era Presiden Soeharto, Airlangga sudah punya pengalaman sebagai pengusaha sukses. Pengalaman di politik juga bisa diterima semua partai politik serta bisa merangkul dan mengatasi setiap yang berbeda pandangan politik dengannya," tegasnya.

Hal lain yang menurut Heru CN rasional yakni kemungkinan merapatnya parpol oposisi yang dekat dengan Anies, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Keyakinan saya, PKS juga akan mendukung Anies. Dengan bergabung PKS, maka menjadi 3 partai yaitu Golkar, Nasdem, dan PKS. Apabila ini terwujud, pasti partai lain akan ikut nyusul untuk bergabung," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya