Berita

Kapal tunda berusaha menarik kapal kargo raksasa Ever Given yang terjebak di Terusan Suez/Net

Dunia

Penyelamatan Ever Given Di Terusan Suez Mandet, Beberapa Kapal Mulai Beralih Haluan Mengitari Afrika

MINGGU, 28 MARET 2021 | 06:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kandasnya kapal kargo raksasa Ever Given di Terusan Suez telah menjadi insiden yang luar biasa karena penghambat distribusi perdagangan dunia. Alhasil, berbagai negara dan pihak berbondong-untuk mengeluarkan kapal yang terjebak di antara kanal sempit itu.

Kapa Ever Given dengan muatan 200 ribu kotainer kandas pada Selasa (23/3) setelah menghadapi cuaca buruk. Kapal raksasa itu terjebak di bentangan kanal satu jalur, sekitar enam kilomete di utara pintu masuk selatan, dekat kota Suez.

Perusahaan penyelamat asal Belanda yang disewa untuk mengeluakan Ever Given, Boskalis memperkirakan kapal dapat ditarik dalam beberapa hari ke depan menggunakan kombinasi kapal tunda berat, pengerukan, dan air pasang.


CEO Boskallis, Peter Berdowski menjelaskan, saat ini bagian depan kapal masih terjebak di tanah liat berpasir. Namun bagian belakang kapal belum sepenuhnya terjebak sehingga dapat ditarik.

Ia mengatakan, dua kapal tunda besar dikerahkan, dan pengerukan pasir terus dilakukan. Sementara pihaknya juga berharap air dapat pasang mencapai 50 cm lebih tinggi pada akhir pekan.

"Kombinasi kapal (tunda) yang akan kami miliki di sana, lebih banyak tanah yang dikeruk dan air pasang, kami berharap itu akan cukup untuk membebaskan kapal di suatu tempat awal pekan depan," jelas dia, seperti dikutip AP, Minggu (28/3).

Jika metode tersebut tidak berhasil, ia mengatakan perusahaan akan memindahkan ratusan kontainer di bagian depan agar kapal lebih mudah ditarik.

Sebagai persiapan, sebuah crane disiapkan untuk mengangkat kontainer dari kapal.

Perdana Menteri Mesir Mustafa Madbouly menyebut insiden terjebaknya kapal Ever Given sebagai kejadian luar biasa.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) telah menawarkan bantuan kepada mesir untuk membuka kembali kanal.

"Kami memiliki peralatan dan kapasitas yang tidak dimiliki sebagian besar negara dan kami melihat apa yang dapat kami lakukan dan bantuan apa yang kami dapat lakukan," kata Presiden Joe Biden pada Jumat (26/3).

Kandasnya kapal membuat lalu lintas maritim mengalami kemacetan. Menurut penyedia layanan kapal Leth Agency, sejauh ini sudah ada 280 kapal di dekat Port Said di Laut Mediterania, Port Suez di Laut Merah dan di sistem kanal di Great Bitter Lake Mesir yang menunggu.

Di sisi lain, perusahaan penyedia data Refinitiv mengatakan, beberapa kapal juga telah mengubah arahnya untuk berputar ke Afrika Selatan.

Terusan Suez sendiri merupakan salah satu rute perdagangan yang paling penting dunia. Tahun lalu, 19 ribu kapal melewati jalur yang memisahkan Eropa dan Semenanjung Sinai itu. Sekitar 10 persen dari perdagangan dunia mengalir melalui kanal, khususnya minyak.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya