Berita

Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati/Net

Politik

Sri Mulyani Ajak Utang Bank, Komisi XI: Harusnya Belanja Pemerintah Dimaksimalkan

SABTU, 27 MARET 2021 | 03:21 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pelu adanya optimalisasi ekonomi berkeadilan dan mendorong konsumsi rumah tangga untuk memulihkan ekonomi nasional yang carat marut akibat hantaman pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati merespons Menteri Keuangan Sri Mulyani soal ajakan kepada masyarakat untuk meminjam uang di perbankan dalam meningkatkan konsumsi masyarakat.

“Dengan mendorong konsumsi rumah tangga akan memberikan dukungan masyarakat melakukan spending sehingga bisa menyerap produk dalam negeri,” ucap Anis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (26/3).


Legislator dari Fraksi PKS ini menambahkan, pemerintah perlu mendorong industri manufaktur yang melemah dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. Pasalnya, sektor manufaktur dinilai mampu menyerap tenaga kerja dan meningatkan pendapatan negara cukup banyak.

Menurutnya, saat ini pemerintah belum maksimal dalam mengeluarkan belanja domestiknya, terlebih investasi yang diserap masih rendah. Maka, seharusnya pemerintah perlu meningkatkan belanja rumah tanga untuk meningkatkan konsumsi masyarkat.

“Ketika tingkat konsumsi turun dan investasi rendah, seharusnya belanja pemerintah dioptimalkan untuk memulihkan ekonomi nasional,” katanya.

Pihaknya mengingatkan kepada pemerintah untuk fokus terhadap pencapaian target-target ekonomi dan pembangunan yang telah ditetapkan pada RPJMN 2020-2024. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya untuk menghindari kegagalan yang sama pada RPJMN 2015-2019.

“Untuk memulihkan ekonomi, rakyat membutuhkan kerja keras pemerintah,” imbuhnya.

Terakhir, Anis meminta kepada pemerintah agar mendorong dan membantu dunia usaha untuk bisa bertahan. Sebab bila dunia usaha tidak bisa bertahan, maka para pengusaha akan melakukan efesiensi dengan merumahkan karyawan.

"Nanti ujung-ujungnya konsumsi masyarakat akan menurun. Ketika konsumsi masyarakat menurun, akibatnya adalah pertumbuhan ekonomi menurun,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya