Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Kamrussamad/Net

Politik

Soal Ajakan Utang Menkeu, Kamrussamad: Bunga Kredit Masih Double Digit, Bagaimana Mau Pinjam?

JUMAT, 26 MARET 2021 | 14:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dorongan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada masyarakat untuk melakukan pinjaman uang ke bank seorang terbitnya kebijakan stimulus perpajakan dirasa aneh.

Pernyataan Sri Mulyani yang disampaikan di acara temu stakeholder PEN di Kota Semarang, Jawa Tengah tersebut justru dipertanyakan oleh anggota Komisi IX DPR RI Kamrussamad lantaran bunga kredit masih dua digit.

“Bunga kredit masih double digit, apa mungkin pelaku usaha mau pinjam?” ucap Kamrussamad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (26/3).


Poliitisi Partai Gerindra ini mengurai walaupun BI Rate 3,5 persen tapi landing rate ke para pelaku usaha double digit. Hal  itu dikarenakan adanya cost of funds yang masih tinggi yang dipengaruhi beberapa faktor tingkat suku bunga yang dibayar.

"Komposisi dari portofolio sumber dana, ketentuan mengenai cadangan wajib minimum (reserve requirement) service cost, pajak atas bunga, tahun efisiensi, dan faktanya Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan lebih banyak berasal dari deposito jangka menengah dan panjang,” katanya.

Dia menambahkan demand site belum meningkat signifikan, pengajuan kredit oleh masyarakat ke perbankan bisa meningkat apabila pasar sektor riil bergairah.

“Bunga kredit single digit sangat membantu kepercayaan dunia usaha. Karena itu, pemerintah harus tetap melanjutkan insentif tunai melalui perlindungan sosial untuk memompa/push daya beli masyarakat agar demand site meningkat. Sehingga produksi bisa meningkat,” tandasnya.

Dalam acara temu stakeholder untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional di Semarang, Sri Mulyani menyampaikan harapan agar stimulus perpajakan bisa mendongkrak konsumsi domestik dan mendorong masyarakat untuk lebih berani meminjam uang ke perbankan (kredit). Sebab hal ini bisa membantu pemulihan ekonomi nasional.

Perbankan diharapkan berani untuk memberikan pinjaman dengan suku bunga yang rasional. Saat ini, katanya, suku bunga acuan (BI rate) sudah berada dalam posisi terendah sepanjang sejarah yaitu 3,5 persen.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya