Berita

Konferensi pers Demokrat versi KLB di Hambalang, Bogor/Net

Politik

Strategi Komunikasi Kubu Moeldoko Dinilai Tidak Fokus

JUMAT, 26 MARET 2021 | 12:33 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Partai Demokrat (PD) versi KLB (Kongres Luar Biasa) alias kubu Moeldoko membuat manuver dengan mengangkat kembali isu korupsi pembangunan wisma atlet dan menggelar konferensi pers di Hambalang, Bogor.

Manuver tersebut dimaksudkan untuk menyerang kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Karena kasus Hambalang terjadi saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkuasa.

Menurut praktisi strategi komunikasi Fajar Shodik, upaya kubu Moeldoko mengangkat isu Hambalang merupakan indikasi bahwa kelompok KLB mulai goyah fokus perjuangannya dalam meraih pengakuan pemerintah.


Dari perspektif strategi komunikasi, keputusan untuk menggemakan ulang kasus yang mengantarkan Muhammad Nazaruddin dan Anas Urbaningrum ke penjara itu dianggap tidak memperkuat upaya kubu Moeldoko mendapatkan pengakuan dari Kementerian Hukum dan HAM.

“Saya melihat kubu KLB kewalahan meladeni narasi-narasi substansial terkait persoalan legalitas partai. Karena itu, mereka melipir dengan mengangkat isu-isu lain yang justru tidak efektif,” lanjut mantan relawan Jokowi yang saat ini menjadi konsultan krisis komunikasi itu.

Pria alumnus UMS Surakarta tersebut juga menilai kubu KLB tidak memiliki narasi yang otentik. Dalam pengamatan Fajar, isu Hambalang yang dinarasikan sebagai proyek mangkrak merupakan propaganda yang kerap digunakan buzzer-buzzer di media sosial untuk menyerang SBY.

Narasi itu, dalam pandangan Fajar, tergolong lemah.

Karena, menurut data yang ia himpun, proyek Hambalang tidak bisa dilanjutkan pembangunannya pada era SBY lantaran tidak diizinkan oleh KPK.

Surat izin KPK yang memberikan lampu hijau pada pemerintah untuk melanjutkan kembali proyek itu baru terbit pada 2015, saat rezim sudah berganti.

Dengan demikian, tanggungjawab terkait kelanjutan pembangunan wisma atlet Hambalang lebih pantas ditagihkan kepada Presiden Jokowi. Bukan kepada SBY.

“Soal Jokowi mau melanjutkan Hambalang atau tidak, itu terserah beliau. Tetapi, tidak etis jika sebagian pihak mengulang-ulang propaganda bohong bahwa proyek Hambalang mangkrak di era SBY. Bagaimanapun, komunikasi politik perlu mengedepankan etika,” jelasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya