Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Net

Politik

Butuh Strategi Khusus Tangani Pandemi Sekaligus Pulihkan Ekonomi, Menko Perekonomian: Tak Bisa Pakai Pendekatan Biasa

JUMAT, 26 MARET 2021 | 10:42 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Agar kebijakan di aspek kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19 bisa seiring sejalan dengan pemulihan ekonomi, memang butuh strategi yang tidak biasa.  

Untuk itu, alokasi anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) sebesar Rp 699,4 triliun pada 2021 ini bakal jadi fokus utama pemerintah, selain pelaksanaan program vaksinasi dan PPKM Mikro.

“Kita butuh strategi dan upaya ekstra untuk berhasil menangani pandemi dan memulihkan ekonomi. Kita tidak bisa jika hanya menggunakan pendekatan biasa,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat menjadi narasumber di acara yang digelar oleh PT Verdhana Sekuritas Indonesia secara daring, Kamis (25/3).


Airlangga menjelaskan, anggaran PC-PEN untuk program kesehatan dan perlindungan sosial difokuskan pada pemeliharaan kesehatan dan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

Sementara itu, dukungan UMKM dan pembiayaan perusahaan serta insentif bisnis diperuntukkan menjaga kelangsungan bisnis selama pandemi.

Lalu anggaran untuk program prioritas diharapkan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja yang biasa mendorong kembali roda ekonomi masyarakat.

Strategi selanjutnya adalah program vaksinasi yang disertai dengan protokol kesehatan. Program ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan kesehatan dan menciptakan herd immunity.

Sejauh ini, vaksinasi tahap pertama sudah diberikan kepada para tenaga kesehatan sejak Januari 2021. Pemerintah melanjutkan vaksinasi tahap kedua untuk pekerja publik dan lansia.

Hingga 24 Maret 2021, sebanyak 9,26 juta orang telah divaksinasi.

Ditambahkan Airlangga, pihak swasta juga bisa ikut serta dalam memvaksinasi karyawannya. Saat ini sudah lebih dari 10.000 perusahaan telah mendaftar untuk mengikuti program vaksinasi tersebut, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar.

Tak hanya itu, Pemerintah juga mendukung Lembaga Penelitian dan Perguruan Tinggi dalam negeri yang tengah mengembangkan Vaksin Merah Putih untuk ikut menjamin ketersediaan vaksin di tanah air.

Sebagai upaya mendukung program vaksinasi, pemerintah masih teus menerapkan kebijakan PPKM Mikro di 15 provinsi. Kebijakan ini juga dibarengi dengan testing, tracing, dan treatment.

Penerapan PPKM Mikro ini telah berhasil menurunkan angka kasus aktif, angka kematian dan Bed Occupancy Ratio (BOR), serta meningkatkan angka kesembuhan. Zona merah di berbagai daerah mulai berkurang setelah diterapkan PPKM Mikro.

“Bahkan persentase kasus aktif Indonesia lebih rendah daripada global dan kita berhasil ke single digit sebesar 8,39 persen, dibandingkan dengan global yang sebesar 17,02 persen,” jelas Airlangga.

Menko Airlangga juga menyebut bahwa Indonesia memiliki misi menjadi negara yang bisa keluar dari middle income trap pada 2045.

“Pandemi ini tidak menghalangi Indonesia untuk menyelesaikan pekerjaan kita dalam melakukan reformasi struktural secara nasional, salah satunya melalui penerapan UU Cipta Kerja. UU ini akan menyederhanakan, menyinkronkan, dan mengefektifkan peraturan yang seringkali menghambat kegiatan bisnis Indonesia,” paparnya.

Terkait investasi, selain membentuk Indonesia Investment Authority (INA) sebagai lembaga pengelola investasi, Pemerintah tetap melanjutkan Proyek Strategis Nasional (PSN) di tengah pandemi Covid-19.

Saat ini total ada 201 proyek dan 10 program yang memiliki nilai investasi lebih dari Rp 4,817 triliun. Pembangunan infrastruktur melalui PSN ini akan membantu pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia serta meningkatkan investasi.

Terakhir, peningkatan kerja sama ekonomi internasional juga dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan Foreign Direct Investment (FDI).

Sebagai informasi, akses pasar RCEP adalah sebesar 186 miliar dolar AS dan meliputi 30% dari Gross Domestic Product (GDP) dunia.

“Berbagai strategi ini akan berhasil jika kita mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk dari dunia usaha. Pemerintah akan berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif. Untuk itu, dunia usaha silakan memanfaatkannya dengan baik dan bersama-sama membantu pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” pungkas Menko Airlangga.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya