Berita

Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Tan Malika/Repro

Politik

RUU EBT Masuk Prolegnas 2021, Cak Nanto: Jangan Sampai Keluar Dari Kepentingan Rakyat

JUMAT, 26 MARET 2021 | 02:38 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Selasa (23/3) DPR RI mengesahkan Rancangan Undang Undang (RUU) Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT) masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021 bersama 33 RUU lainnya.

Masuknya RUU EBT dalam Prolegnas Prioritas diharapkan oleh banyak kalangan untuk dapat memberi jawaban bagi penyediaan energi nasional yang semakin menipis, terutama sektor minyak dan gas.

Dalam forum PM Talks PP Pemuda Muhammadiyah, Rabu (24/3) yang membahas tentang RUU EBT Terhadap Kedaulatan Energi Nasional, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyampaikan bahwa RUU EBT sangat diperlukan.


Sebabnya, cadangan minyak nasional terus menurun dan tersisa lebih kurang 2,5 milyar barel atau mampu bertahan hingga 9 tahun lagi.

Dengan Natural Decline sebanyak empat persen setiap tahunnya ditambah dengan konsumsi BBM nasional yang berjumlah 65 persen untuk motor, maka tren menurunnya cadangan minyak bumi sejak 2016 akan semakin serius jika sumber energi baru dan terbarukan tidak ditemukan atau tidak disiapkan.

Apalagi, kata Jay selaku mantan Ketua PKC Jatim itu, 1/3 produksi minyak nasional ditopang oleh Blok Cepu sendirian.

Sementara itu masalah utama untuk gas juga tidak didukung oleh infrastruktur yang memadai, termasuk belum adanya jaringan pipa-pipa yang menghubungkan antar pulau.

“Apalagi kita sudah menandatangani Paris Agreement (2016),” ungkap Sugeng Suparwoto.

Paris Agreement sendiri adalah upaya PBB mengawal reduksi emisi karbon dioksida efektif yang akan mulai berlaku pada tahun 2020.

Menanggapi RUU EBT untuk memecahkan masalah energi nasional di masa depan, Ketua Umum PP Muhammadiyah Cak Nanto mendorong masyarakat sipil untuk terus mengawal proses Prolegnas agar menghasilkan masukan yang aplikatif dan membawa kemajuan.

“Salah satu konsep PP Pemuda Muhammadiyah adalah bagaimana inovasi-inovasi tentang energy ini bisa cepat terwujud sekaligus menjadi solusi bagi penanganan energy di Indonesia.

mantan Kornas JPPR ini kemudian mengajak para pemuda Muhammadiyah saat membahas RUU EBT, maka PP Pemuda Muhammadiyah

"Jangan sampai keluar dari kepentingan-kepentingan rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya