Berita

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno/Ist

Politik

Berkaca Dari Bali, Menparekraf Sandiaga Akan Kuatkan Cerita Dan Narasi Di Balik Destinasi Pariwisata

KAMIS, 25 MARET 2021 | 17:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Berbagai inovasi tengah dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengembangkan destinasi-destinasi pariwisata di Tanah air.

Salah satunya dengan menggali cerita dan narasi atau kerap disebut storynomics di balik suatu destinasi pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, narasi atau cerita dibutuhkan untuk menguatkan citra suatu destinasi pariwisata.


Berkaca dari Bali, dikatakan Sandiaga, cerita dan narasi yang kuat di balik destinasinya mampu mengundang wisatawan untuk selalu kembali ke Pulau Dewata.

"Mengapa wisatawan terus menerus kembali ke Bali. Karena Bali tidak hanya sekadar menawarkan alam yang indah, spot-spot wisata yang menarik, tetapi juga ada cerita dan narasi yang kuat dibaliknya," kata Sandiaga dalam keterangannya, Kamis (25/3).

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini mengatakan, cerita dan narasi di balik suatu destinasi bisa memunculkan relasi yang kuat bagi wisatawan.

"Inilah yang kami coba kembangkan di seluruh destinasi pariwisata. Kita bangun storynomics-nya, untuk memperkenalkan setiap destinasi pariwisata di Indonesia yang bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai peluang usaha dan lapangan kerja," jelasnya.

"Jadi apa yang menjadi story telling sehingga kita mengkonsumsi berulang kali itu tentu dengan pengalaman berbeda-beda. Jadi inovasi, adaptasi dan kolaborasi itu kuncinya," demikian Sandiaga.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya