Berita

Eri Cahyadi bersama Jhonny Edison Isir menerima perwakilan suporter bonek dari berbagai tribun dan juga perwakilan manajemen Persebaya/RMOLJatim

Sepak Bola

Ditemui Walikota Eri Cahyadi, Demo Besar-besaran Bonek Batal

KAMIS, 25 MARET 2021 | 15:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Aksi unjuk rasa (unras) besar-besaran yang akan dilakukan suporter Persebaya Surabaya, bonek di Balaikota Surabaya akhirnya pupus.

Padahal dalam surat izin yang sempat viral lewat media sosial itu, bonek akan mengerahkan lima ribu suporternya.

Tak tanggung-tanggung, aksi protes bonek agar Persebaya Surabaya bisa menggelar pertandingan Gelora Bung Tomo dan latihan di Stadion Gelora 10 November Surabaya akan digelar dalam kurun waktu seminggu, yakni mulai Jumat hingga Kamis mendatang.


Gagalnya aksi yang dapat menorehkan sejarah 'kelam' itu lantaran dapat dikendalikan oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi dalam pertemuan yang digelar sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kapolrestabes Surabaya, Kombes Jhonny Edison Isir; serta perwakilan suporter bonek dari berbagai tribun dan juga perwakilan manajemen serta Dispora Kota Surabaya.

Ada tujuh poin kesepakatan yang dicapai dari pertemuan itu, salah satunya terkait kepastian Persebaya Surabaya bisa menggelar pertandingan Gelora Bung Tomo dan latihan di Stadion Gelora 10 November Surabaya, usai proses renovasi rampung pada bulan Juni mendatang.

Salah satu perwakilan suporter dari Tribun Timur Hasan Tiro mengatakan, hasil dari pertemuan tersebut menjawab semua keraguan yang selama ini dirasakan para suporter bonek antara pihak Persebaya dan Pemkot Surabaya.

"Selama ini pihak Pemkot atau Persebaya hanya saling membalas surat tertentu. Kalau kata orang Surabaya, 'Lek jare wong Suroboyo, Opo kok gak langsung ketemu ae?'. Akhirnya hari ini Pemkot, perwakilan manajemen dan disaksikan oleh bapak Kapolrestabes, keraguan soal home base sudah terjawab," ungkap Hasan Tiro diberitakan Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (25/3).

"Pak Eri sudah memberi lampu hijau tentang penggunaan stadion GBT dan tempat latihan Persebaya di Stadion Gelora 10 November," lanjut Hasan Tiro.

Hasan menegaskan, aksi yang rencananya akan digelar pada Jumat besok dipastikan ditiadakan. Sebab, tuntutan para bonek sudah terpenuhi.

"Langkah selanjutnya kita akan memberikan informasi di sosmed-sosmed yang kita punya, gitu aja," tandas Hasan Tiro.

Hal yang sama diungkapkan oleh Husein Gozali alias Cak Cong, perwakilan bonek Green Nord juga mastikan tidak akan ada aksi turun kejalan.

"Besok tidak akan ada aksi turun ke jalan, karena ada kesepakatan yang ditandangani oleh beberapa pihak. Artinya Persebaya bisa memakai stadion Gelora 10 November untuk latihan setelah masa renovasi selesai," jelasnya.

Cak Cong mengimbau kepada seluruh suporter Bonek jika aksi pada Jumat mendatang tidak jadi digelar.

Berikut tujuh poin hasil kesepakatan dalam pertemuan Wali Kota dengan pihak perwakilan manajemen Persebaya dan Bonek.

1. Persebaya dapat menggunakan Gelora Bung Tomo untuk pertandingan dan Gelora 10 Nopember, serta tiga lapangan madya di komplek Gelora Bung Tomo untuk latihan setelah selesai perbaikan, yaitu bulan Juni 2021.

2. Sewa lapangan mengikuti peraturan perundangan yang berlaku.

3. Persebaya sebagai tim asal Surabaya dapat prioritas dalam penggunaan Stadion GBT, Gelora 10 Nopember dan tiga lapangan madya.

4. Akan diadakan pertemuan rutin dua bulanan antara Wali Kota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Presiden Persebaya, dan Bonek.

5. Persebaya memprioritaskan pemain asli Surabaya dalam rekruitmen pemain sesuai dengan skil dan kemampuan yang diharapkan Persebaya.

6. Persebaya harus bisa mencetak pemain asli dari produk Surabaya.

7. Pihak Persebaya wajib mengganti kerusakan stadion apabila terjadi kerusakan dalam jangka waktu yang tertuang dalam kontrak.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya