Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS), Gde Siriana Yusuf/Ist

Politik

Bisa Cegah Dominasi Oligarki Dan Dinasti Politik, Gde Siriana Sarankan Jabatan Ketum Parpol Maksimal 10 Tahun

RABU, 24 MARET 2021 | 14:04 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Regenerasi kepemimpinan partai politik di Indonesia bisa dibilang kurang berjalan dengan mulus. Beberapa ketua umum parpol bahkan cenderung berupaya mempertahankan hegemoninya sebagai pucuk pimpinan hingga beberapa periode.

Kondisi ini terutama dialami partai politik yang dikuasai trah keluarga. Kalaupun ada wacana mengganti kursi kepemimpinan, maka tak akan jauh-jauh dari nama anggota keluarga penguasa partai tersebut.

Jika hal ini terus berlanjut, maka proses kemunculan para pemimpin muda bakal makin terhambat.


"Saatnya partai politik membenahi regenerasi kepemimpinan. Parpol yang dikuasai oleh trah keluarga saatnya menjadi partai terbuka. Berikan kesempatan orang di luar keluarga menantang dalam pencalonan Ketum," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS), Gde Siriana Yusuf, Rabu (24/3).

Ketika masih muncul aklamasi atau calon tunggal dalam sebuah proses pemilihan ketua umum partai, menurut Gde Siriana, artinya aroma dinasti politik masih kuat.

Trah keluarga makin terlihat ingin terus menguasai Partai.

Lebih jauh, Gde Siriana menyarankan jabatan ketum partai tak lebih dari 10 tahun. Sehingga ekses negatif dari lambannya proses regenerasi kepemimpinan parpol bisa ditekan.

"Juga masa jabatan Ketum Parpol tidak boleh lebih dari 10 tahun. Ini bertujuan untuk melahirkan banyak pemimpin muda. Secara nasional dampaknya dapat mencegah dominasi oligarki dan dinasti politik," demikian Gde Siriana.

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya