Berita

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko, tak masuk pilihan anak muda untuk jadi capres 2024/Net

Politik

Moeldoko Tak Masuk Daftar Capres Pilihan Anak Muda, Demokrat: Menyedihkan Sekali KLB Abal-abal

SENIN, 22 MARET 2021 | 10:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Demokrat merasa bersyukur bahwa Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk kategori calon presiden (capres) di 2024 pilihan anak muda, berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia.

Padahal, AHY bukanlah pejabat publik seperti tokoh-tokoh lain yang juga masuk radar capres pilihan anak muda dalam hasil survei tersebut.

"Kami bersyukur Ketum AHY mendapatkan tempat di hati pemilih anak muda. Meskipun bukan pejabat publik, namun kerja-kerja politiknya sudah bisa dinilai," ujar Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu di Jakarta, Senin (22/3).


Menurut Syahrial, hasil survei Indikator Politik Indonesia tersebut semakin menunjukkan betapa AHY sangat diharapkan sebagai calon pemimpin masa depan.

Ketimbang Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko, yang tengah berupaya merebut Partai Demokrat, justru namanya tidak muncul dalam hasil survei.

"Kehadiran AHY di peta perpolitikan nasional sebagai calon pemimpin masa depan makin terasa. Manakala KSP Moeldoko yang tengah berusaha mengkudeta Partai Demokrat sama sekali tidak muncul dalam komposisi hasil survei tersebut," lanjut Syahrial.

Atas dasar itu, Syahrial menyebut pihak-pihak yang mengelu-elukan Moeldoko sebagai Ketua Umum hasil gerakan yang diklaim sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat itu sangat menyedihkan.

"Sangat menyedihkan bagi kawan-kawan pendukung KLB abal-abal apabila masih meyakini Moeldoko akan diterima sebagai calon pemimpin masa depan," tuturnya.

"Hasil survei Indikator Politik tersebut membuktikan bahwa nama Moeldoko tidak memberikan harapan. Makanya dia tidak mendapat tempat di hati para pemilih anak muda," demikian Syahrial.

Indikator Politik Indonesia sebelumnya merilis hasil survei terkait calon presiden pilihan anak muda Indonesia.

Hasil survei itu memunculkan 17 tokoh sebagai berikut:

1. Anies Baswedan (15,2 persen)
2. Ganjar Pranowo (13,7 persen)
3. Ridwan kamil (10,2 persen)
4. Sandiaga Uno (9,8 persen)
5. Prabowo Subianto (9,5 persen)
6. Agus Harimurti Yudhoyono (4,1 persen)
7. Erick Thohir (1,5 persen)
8. Tito Karnavian (1,2 persen)
9. Puan Maharani (1,1 persen)
10. Gatot Nurmantyo (0,8 persen)
11. Khofifah Indar Parawansa (0,7 persen)
12. Maruf Amin (0,4 persen)
13. Budi Gunawan (0,4 persen)
14. Bambang Soesatyo (0,4 persen)
15. Airlangga Hartarto (0,2 persen)
16. Mahfud MD (0,2 persen)
17. Muhaimin Iskandar (0,0 persen).

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya