Berita

Mensos Tri Rismaharini saat mengunjungi Orang Rimba/Net

Politik

Ingin Sediakan Akses Internet Bagi Orang Rimba, Pemikiran Risma Terlampau Sederhana

SENIN, 22 MARET 2021 | 10:36 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Rencana Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk menyediakan akses internet bagi Orang Rimba sangat tidak tepat. Karena yang dibutuhkan Orang Rimba adalah akses dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang sesuai dengan budaya dan cara kehidupan mereka.

Butuh pendekatan khusus saat mencoba memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi masyarakat adat (indigenous people) yang banyak tinggal di kawasan terpencil, terluar, dan tertinggal (3T).

“Kementerian Sosial harus paham bahwa komunitas suku Anak Dalam yang bermukim di wilayah Jambi secara sosiologis adalah masyarakat yang kelangsungan hidupnya masih sangat bergantung kepada sumberdaya hutan dan sumberdaya alam. Itu sebabnya, Orang Rimba masih lekat dengan berburu, meramu, dan mengambil penghidupan dari alam,” terang peneliti senior Lembaga Penelitian Sosial dan Demokrasi (LPSD), Masmulyadi, di Jakarta, Senin (22/3).


Ditegaskan Masmulyadi, tak ada urgensi untuk memberikan jaringan internet kepada Orang Rimba, karena mereka memang tidak membutuhkannya.

Hal yang paling dibutuhkan saat ini bagi Orang Rimba adalah bagaimana memperoleh ruang hidup dan pemukiman yang memungkinkan mereka melangsungkan kehidupan dengan kebudayaan yang dimiliki dan dipahami.

“Kritik saya pada Ibu Menteri Sosial Tri Rismaharini adalah terlalu sederhana memandang persoalan yang dihadapi oleh Orang Rimba hanya soal internet. Padahal kebutuhan mereka sangat mendasar dan kompleks. Yaitu terkait ruang hidup, pemukiman, pendidikan, dan kesehatan yang kompatibel dengan kebudayaannya,” beber alumni Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Gadjah Mada ini.

Nah, salah satu persoalan yang menjadi tantangan dalam konteks Orang Rimba yang seharusnya dicarikan solusinya adalah mereka semakin terpinggirkan dari pemukiman dan penghidupan yang mengandalkan sumber daya hutan.

“Sejak Orde Baru, perusahaan besar pemilik izin usaha hutan melangsungkan operasinya hingga saat ini. Ditambah banyaknya pembukaan hutan untuk perkebunan sawit dan beragam aktivitas ekonomi membuat Orang Rimba sulit mempertahankan kehidupan aslinya,” jelasnya.

Ditambahkan Masmulyadi, untuk menyelesaikan persoalan Orang Rimba harus dilakukan secara komprehensif.

“Kementerian Sosial tidak boleh kerja sendirian (lintas Kementerian di bawah Koordinasi Menko PMK dan Perekonomian), harus melibatkan tanggung jawab perusahaan-perusahaan yang mengelola hutan, dan masyarakat sipil dengan pendekatan yang lebih kompatibel dengan budaya Orang Rimba,” demikian Masmulyadi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya