Berita

Tokoh buruh, Muchtar Pakpahan/Net

Politik

Lewat Twitter, Susi, Jimly, Dan LaNyalla Sampaikan Duka Atas Wafatnya Tokoh Buruh Muchtar Pakpahan

SENIN, 22 MARET 2021 | 10:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Duka mendalam turut dirasakan sejumlah politisi tanah air atas wafatnya tokoh buruh, Muchtar Pakpahan pada Minggu malam (21/3).

Muchtar meninggal dunia pada pukul 22.30 di RS Siloam Semanggi. Muchtar sendiri dikabarkan sempat terkena kanker nasofaring dan sempat menjalani pengobatan di Penang, Malaysia.

Melalui akun Twitter pribadi, sejumlah politisi tanah air menyampaikan duka atas kepergian Muchtar Pakpahan. Salah satunya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang turut mendoakan agar almarhum husnul khatimah.


“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun ... Turut Berduka cita atas wafatnya Bapak Prof DR Mukhtar Pakpahan SH MH Ketua Umum Partai Buruh Indonesia & Ketua Umum KSBSI Semoga almarhum Husnul Khotimah. Selamat jalan Tokoh Pejuang Buruh,” tulis Susi, Senin (22/3).

Ucapan serupa juga disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang kini menjadi anggota DPD RI, Jimly Asshiddiqie.

“Kita doakan yg trbaik utk almarhum tokoh buruh Muchtar Pakpahan. RIP,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti memohon kepada publik untuk membukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya kepada almarhum. Dia juga berdoa agar Muchtar Pakpahan diampuni dari segala kesalahan dan keluarga yang ditinggalkan bisa tabah,

“Turut berduka cita atas wafatnya Prof. Dr. Muchtar Pakpahan, SH., MA. Mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya. Semoga almarhum diampuni segala kesalahannya, serta diterima amal ibadahnya. Untuk keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan,” ujarnya.

Muchtar Pakpahan semasa hidup dikenal sebagai tokoh buruh Indonesia yang mendirikan serikat buruh independen pertama di Indonesia.

Pria kelahiran Simalungun, Sumatera Utara pada, 21 Desember 1953 ini adalah pendiri sekaligus mantan Ketua Umum DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia dari tahun 1992 hingga 2003). SBSI merupakan organisasi buruh independen pertama di Indonesia.

Dia juga pernah menjabat sebagai anggota Governing Body ILO mewakili Asia dan Vice President World Confederation of Labor (ILO).

Di tahun 2003, Muchtar Pakpahan mendirikan Partai Buruh Sosial Demokrat. Sementara pada 2010, dia meninggalkan partai dan memilih fokus di kantor pengacaranya Muchtar Pakpahan Associates serta mengajar di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Muchtar juga dikenal sebagai orang yang vokal menyuarakan perlawanan terhadap pemerintahan Orde Baru. Muchtar Pakpahan pernah ditahan beberapa kali di penjara. Pertama ditahan di Semarang pada Januari 1994, kemudian dipenjarakan di medan karena kasus demonstrasi buruh pertama di Indonesia pada tahun Agustus 1994 hingga Mei 1995.

Terakhir dia di penjara di LP Cipinang pada 1996 hingga 1997 karena rangkaian disertasinya menulis buku Potret Negara Indonesia yang isinya diperlukan reformasi sebagai alternatif revolusi. Dia pun diancam pidana mati karena dianggap melakukan subversif.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya