Berita

Festival Songkran/Pinterest

Dunia

Akibat Pandemi, Thailand Larang Festival Songkran Untuk Kedua Kalinya

JUMAT, 19 MARET 2021 | 17:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Thailand telah melarang penyelenggaran festival Songkran untuk kedua kalinya karena pandemi Covid-19.

Festival Songkran merupakan perayaan tahun baru tradisional Thailand yang berlangsung dari 13 hingga 15 April. Selama tiga hari, warga Thailand akan memenuhi jalan-jalan untuk melakukan berbagai kegiatan, mulai dari mencuci patung Budhha hingga perang air.

Biasanya, warga menyemprotkan air dari senapan dan truk pick-up. Festival yang diyakini dapat menghilangkan nasib buruk ini digambarkan sebagai perang air terbesar di dunia.


Namun pada Jumat (19/3), satuan tugas Covid-19 Thailand telah mengumumkan larangan festival ini.

"Perang air tidak akan terjadi di Songkran ini. Kami harus meminta Anda untuk bekerja sama dengan kami," ujar jurubicara satgas, Taweesin Wisanuyothin, seperti dimuat CNA.

Selain air, ia juga mengatakan, pesta busa akan dilarang. Tetapi tradisi menuang air ke tangan orang tua, kegiatan keagamaan, dan mudik masih akan diizinkan.

Thailand dianggap menjadi salah satu negara yang cukup berhasil mengendalikan infeksi Covid-19. Secara nasional, Thailand sudah mencatat 27.594 kasus Covid-19 dengan 88 kematian.

Meski begitu, pembatasan sosial yang diberlakukan oleh pemerintah telah menghancurkan industri pariwisata Thailand hingga pendapatan turun 80 persen.

Untuk menghidupkan kembali pariwisata, mulai 1 April, Thailand memotong karantina wajib dari 14 hari menjadi 10 hari untuk kedatangan umum.

Nantinya, orang asing yang tidak divaksinasi masih harus menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif, sementara warga negara Thailand tidak perlu lagi melakukannya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya