Berita

Polisi Turki menahan petinggi Partai Demokratik Rakyat (HDP) yang pro-Kurdi/Reuters

Dunia

Partai Pro-Kurdi Dilarang, Polisi Turki Tangkap Sepuluh Petinggi HDP

JUMAT, 19 MARET 2021 | 14:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kepolisian Turki menahan para petinggi Partai Demokratik Rakyat (HDP) yang pro-Kurdi, sebagai tindak lanjut dari keputusan Mahkamah Konstitusi untuk melarang partai tersebut.

Menurut Asosiasi Hak Asasi Manusia Turki (IHD), salah satu yang ditangkap adalah Ketua HDP, Ozturk Turkdogan. Ia ditangkap dalam operasi penggerebekan oleh polisi di kediamannya pada Jumat pagi (19/3).

Dari 10 orang yang ditangkap, tiga di antaranya alah pejabat distrik. Sementara surat perintah penangkapan ditujukan untuk 15 orang, seperti dikutip Reuters.


Anadolu Agency melaporkan, polisi melakukan penggerebekan serentak di empat distrik dan di antara mereka yang ditahan adalah dua pejabat tinggi HDP di distrik Kagithane di Istanbul dan bupati Besiktasnya.

Pada Rabu (17/3), Mahkamah Konstitusi menerima tuntutan dari Jaksa Bekir Sahin untuk melarang HDP, sebagai partai terbesar ketiga di parlemen.

Sahin menuding HDP memiliki afiliasi dengan kelompok teroris PKK dan organisasi terkait lainnya. Menurutnya hal tersebut dapat menghancurkan negara.

Presiden Recep Tayyip Erdogan juga telah lama mengambarkan HDP sebagai bagian dari PKK.

HDP sendiri menggambarkan hal tersebut sebagai "kudeta politik", dan menyerukan para pendukungnya untuk melawan.

Amerika Serikat (AS) telah menyampaikan keprihatinannya dengan mengatakan melarang suatu partai akan semakin merusak demokrasi di Turki.

"Kami menyerukan kepada pemerintah Turki untuk menghormati kebebasan berekspresi sejalan dengan perlindungan dalam konstitusi Turki dan dengan kewajiban internasional Turki," ujar jurubicara Departemen Luar Negeri Ned Price.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya