Berita

Anggota Komisi IV DPR Fraksi Golkar, Firman Soebagyo/Net

Politik

Jaminan Pangan Penting Bagi Negara Berpenduduk Besar

JUMAT, 19 MARET 2021 | 11:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Antisipasi kelangkaan dan pemenuhan terhadap amanat konstitusi negara merupakan tujuan di balik rencana pemerintah impor beras satu juta ton pada tahun ini.

Anggota Komisi IV DPR Fraksi Golkar, Firman Soebagyo menjelaskan bahwa impor tersebut diperuntukkan untuk cadangan dan bukan langsung didistribusikan di pasar.

“Rencana ini untuk menstabilkan harga dan ketersediaan pangan bila sewaktu waktu terjadi defisit pasokan di masyarakat,” katanya kepada wartawan, Jumat (19/3).


Beras impor juga tidak akan mengganggu panen raya petani karena akan disimpan dan digunakan untuk menambah cadangan atau “iron stock”.

Firman menekankan bahwa jaminan pangan sangat dibutuhkan bagi negara berpenduduk besar seperti Indonesia. Apalagi, konstitusi sudah mengamanatkan agar pangan sebagai hak asasi manusia harus tersedia oleh nagara untuk 270 juta rakyatnya.

Langkah pemerintah tersebut menjadi sangat penting dan dibenarkan karena data stok pangan yang disampaikan Bulog masih bersifat sementara. Bulog sebelumnya menyatakan jika serapan beras sampai dengan April 2021 masih dalam bentuk harapan panen akan datang.

"Ini masih belum bisa dipastikan apakah dapat terpenuhi atau tidak,” tambah Firman.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya