Berita

Rumah sakit di Nigeria/Net

Dunia

Warga Kota Kano Nigeria Diserang Penyakit Aneh, Gejalanya Muntah Darah Berlebihan

JUMAT, 19 MARET 2021 | 09:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah warga di Kota Kano di Nigeria diserang penyakit aneh. Sedikitnya 30 orang yang mengidap penyakit yang belum diidentifikasi itu telah dirawat di rumah sakit di utara kota pada Kamis (18/3) waktu setempat.

Orang-orang tersebut berasal dari enam desa di bawah wilayah pemerintah daerah Rogo di negara bagian Kano, yang terletak 136 kilometer (85 mil) dari kota.

Para korban dilaporkan dilarikan ke puskesmas di daerah itu setelah buang air kecil dan muntah dalam darah yang berlebihan.


Pemerintah negara bagian Kano telah mengkonfirmasi kematian tiga orang pada hari Selasa dan 284 lainnya dirawat di rumah sakit setelah meminum air dari pemakaman terdekat dan mengonsumsi minuman rasa bubuk kadaluwarsa.

Pemerintah telah menyanggah kaitan apa pun antara penyakit dan virus corona, namun, bagian dari gejala yang terkait dengan penyakit tersebut termasuk darah kencing, muntah, lemas, diare, demam, dan pusing.

Meskipun kementerian kesehatan negara belum secara pasti menyatakan penyebabnya, namun telah dikonfirmasi adanya korban di 13 wilayah pemerintah daerah, termasuk delapan dewan metropolitan.

Sulaiman Ilyasu, direktur penyakit menular di Kementerian Kesehatan membenarkan perkembangan tersebut tetapi menegaskan kementerian hanya menerima laporan dari empat orang yang jatuh sakit dan mereka telah dirawat.

Banyak warga mengeluh karena mereka hanya mendapat sedikit bantuan dari pemerintah.

Seorang penduduk Gwangwan Gabas mengkonfirmasi bahwa 56 orang tertular penyakit tersebut sejak munculnya wabah aneh itu.

"Kami membawa tidak kurang dari 30 orang ke Rumah Sakit Umum Rogo dalam satu hari setelah wabah," kata Muhammad Tukur, seperti dikutip dari Anadolu Angency, Jumat (19/3).

"Sejauh ini hanya satu orang yang meninggal akibat wabah tersebut. Sebagian besar korban penyakit mengeluh tentang penyakit ini. menghabiskan banyak uang untuk penyakit ini," ujarnya.

Warga lainnya, Shehu Adamu dari Gangare, mengatakan bahwa dua anaknya telah terpapar penyakit aneh itu.

Dia mengatakan bahwa dirinya telah menghabiskan lebih dari 20.000 naira (52 dolar AS) di rumah sakit dan mencoba untuk mendapatkan perawatan keluarganya meskipun masa-masa sulit.

Sementara, warga bernama Idris Isah Jibrin mengatakan delapan orang di rumahnya terkena dampak penyakit dan dia mengatakan dirinya benar-benar hancur. Anggota yang terkena dampak termasuk istri, ibu dan anak-anaknya. Dia mengatakan bahwa dia telah menghabiskan 100.000 naira (262 dolar AS) antara Rumah Sakit Rogo dan Rumah Sakit Gwarzo tanpa hasil yang nyata.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya