Berita

M Qodari saat menyampaikan dukungan paket Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024/Repro

Politik

Qodari: Pasangan Jokowi-Prabowo Di Pilpres 2024 Mewakili Imajinasi Politik Indonesia

KAMIS, 18 MARET 2021 | 22:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Direktur eksekutif IndoBarometer M.Qodari menyatakan mendukung dan mengusung Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Qodari mengatakan, jika Jokowi dan Prabowo bergabung maka akan mewakili suara masyarakat Indonesia yang selama ini telah dirusak oleh perpecahan akibat perebutan kekuasaan.

"Dua figur ini yang selama ini mewakili imajinasi politik Indonesia sebagai pemimpin, ketika bergabung ini pendukungnya akan sangat banyak. Pendukungnya Pak Jokowi, pendukungnya Pak Prabowo,"ujar Qodari kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (18/3).


Selain itu, meski Jokowi dan Prabowo berasal dari segmen ideologis politik yang sama, Qodari melihat terdapat dua unsur yang bisa diraih jika keduanya bergabung, yakni kalangan santri, non-santri dan nasionalis.

"Yang santri ini yang Islam tradisional kemudian Islam modernis, Islam tradisional itu NU PKB PPP, kemudian modernis itu Muhammadiyah kalau partainya ada PAN dan PKS, nasionalis itu ada istilahnya pro pasar dan proteksionis, yang pro pasar itu ada Golkar Nasdem, yang populis proteksionis itu ada PDI Gerindra," terangnya.

Qodari menilai, meski pada pemilu 2014 dan 2019 lalu presiden datang dari segmen yang sama yakni segmen nationalis dan populis proteksionis jika keduanya digabung maka tidak akan ada yang mau menunggangi untuk kepentingan kelompoknya.

"Artinya dalam bola ini derbi, MU dan Mancity tapi kan dikonstruksi bahwa Prabowo itu calon dari kelompok Islam dibaiat ditetapkan sebagai calon dari Rizieq Shihab dkk kelompok 411 212 lalu kemudian ini dibikin menjadi berhadapan, kalau dua-duanya bergabung maka kelompok-kelompok ingin menunggangi salah satu dan membuat keterbelahan itu akan sulit terjadi," ucapnya.

Selain tidak bisa ditunggangi kepentingan kelompok lain.

Qodari juga melihat adanya peraturan dan perundang-undangan sekarang, dengan syarat pengajuan presiden dan wapres itu 20 persen.

"Maka, katakanlah semua parpol mengajukan Jokowi dan Prabowo tinggal Demokrat dan PKS tidak sampai 20 persen, sehingga Prabowo dan Jokowi itu akan berhadapan dengan kotak kosang, mereka akan menjadi calon tunggal katakanlah begitu," tandasnya.

"Ketika berhadapan dengan kotak kosong walaupun ada potensi ketegangan potensi isu tapi tidak akan mudah menunggangi kotak kosong dan potensi pertarungan akan menjadi lebih rendah," ulas Qodari.

"Jadi hemat saya dengan pasangan Jokowi-Prabowo 2024 maka kemudian potensi polarisasi ketegangan konflik dan pertarungan yang bisa kemudian menjadi pertumbahan darah itu akan jauh berkurang," demikian penjelasan penutup Qodari.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya