Berita

Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo saat akan jalani pemeriksaan KPK/RMOL

Hukum

Edhy Prabowo Dicecar Soal Bank Garansi Rp 52,3 M Yang Sudah Disita KPK

KAMIS, 18 MARET 2021 | 20:06 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Edhy Prabowo (EP) dicecar penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal uang Rp 52,3 miliar yang disita dari Bank BNI Cabang Gambir.

Hal itu merupakan salah satu materi yang didalami penyidik saat memeriksa Edhy di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada hari ini, Kamis (18/3).

"Tim penyidik masih terus menggali terkait uang senilai Rp 52,3 miliar sebagai bank garansi yang diserahkan para eksportir yang mendapatkan izin ekspor benih bening lobster di KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) tahun 2020," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, Kamis malam (18/3).


Edhy sendiri hari ini menjalani pemeriksaan selama tiga jam sejak pukul 12.38 WIB hingga pukul 15.38 WIB.

Usai menjalani pemeriksaan, Edhy sempat dimintai komentarnya soal Bank Garansi.

Akan tetapi, Edhy enggan merespons pertanyaan wartawan.

"Nanti di persidangan aja biar enak," singkat Edhy, Kamis sore (18/3).

Terkait penyitaan uang Rp 52,3 miliar itu, penyidik juga telah memeriksa Inspektur Jenderal (Irjen) KKP, Muhammad Yusuf pada Rabu (17/3).

Yusuf didalami pengetahuannya terkait mengenai adanya kebijakan Edhy agar pihak eksportir yang mendapatkan izin ekspor BBL untuk membuat Bank Garansi.

Sementara itu, untuk saksi Antam Novambar selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) KKP yang juga dipanggil di hari yang sama dengan Yusuf, tidak memenuhi panggilan penyidik KPK.

Antam telah memberikan keterangan secara tertulis bahwa dia tidak dapat hadir karena sedang ada kegiatan dinas luar kota yang telah terjadwal sebelumnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya