Berita

Pentolan grup band Dewa 19, Ahmad Dhani saat diwawancarai secara eksklusif oleh pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), Jaya Suprana, dalam kanal Youtube Jaya Suprana Show, Senin (15/3)/Repro

Politik

Blak-blakan Ke Jaya Suprana Soal Darah Politik, Ahmad Dhani: Saya Dulu Pernah Dukung PPP Bahkan PDIP

SENIN, 15 MARET 2021 | 16:18 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pentolan grup band Dewa 19, Ahmad Dhani menceritakan awal mula dirinya tertarik dengan dunia politik, hingga akhirnya belakangan dikenal sebagai seorang politisi.

Dhani menceritakan itu saat diwawancarai secara eksklusif oleh pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), Jaya Suprana, dalam kanal Youtube Jaya Suprana Show, Senin (15/3).

Dalam kesempatan ini, Dhani blak-blakan menceritakan ketertarikannya kepada dunia politik yang ternyata sudah tumbuh sejak masih kecil.


"Sebenernya orang terlanjur mengenal saya sebagai musisi, orang enggak banyak tau bahwa ayah saya anggota DPR RI, ayah saya pensiunan DPR RI tahun 1971, menjadi anggota DPR GR tahun 1966," ujar Dhani.

Dhani mengungkapkan, ayahnya yang bernama Eddy Abdul Manaf saat menikahi ibunya sudah menjadi pensiunan anggota DPR.

"Dari tahun 1972 saya lahir, ayah saya sudah jadi pensiunan DPR RI, beli susu dari pensiunan DPR RI, begitu. Ya kalau darahnya darah politik, dan kakek saya TNI Angkatan Darat, dari kekek bapak, letnan dua tahun 40-an," tuturnya.

"Jadi itu darah ya, DNA. Jadi sebenarnya saya salah jalan jadi musisi," sambung Dhani berkelakar.

Dari situ, Jaya Suprana mulai penasaran dengan kiprah yang dimulai Dhani  untuk bisa terjun aktif di dunia politik. Yang ternyata, Dhani sudah mulai akrab dan aktif di dunia politik sejak kecil.

"Semenjak kecil saya hidup di udara politik. Tahun 1982 saya mendukung PPP, saya masih SD, pemilu 1982. Yang enggak pilih PPP saya musuhin dulu. Tahun 1992 saya mendukung PDIP," cerita Dhani disambut gelak tawa oleh Jaya Suprana.

Setelah mengaku demikian, Dhani menceritakan alasannya mendukung PPP dan juga PDIP kala itu.

"Jadi ayah saya dulu di DPR itu Perti, dari partai Perti yang difusi menjadi PPP. Mungkin waktu itu terpengaruh ayah saya," beber Dhani.

"Begitu remaja kan saya rebel, tahun 1992 saya mendukung PDIP, menentang arus. Saya ikut konvoi waktu dulu di Surabaya. Terus tahun 1999 baru saya menjadi caleg PKB," sambungnya.

Dhani juga menceritakan saat mencalonkan diri menjadi anggota legislatif dari PKB yang saat itu dipimpin oleh Presiden keempat Gus Dur.

"Saya diajak dan suka, ya sudah. Tapi ditaruh Muhaimin Iskandar di Bali, ya enggak jadilah (menang). Mungkin kalau ditaruh di Surabaya jadi ya, tapi nasibnya mungkin berubah pada saat itu (kemungkinan cabut dari Dewa 19)," demikian Ahmad Dhani menambahkan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya