Berita

Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno /RMOL

Politik

Pertanyakan Provokator Isu Presiden 3 Periode, Adi Prayitno: Jangan-jangan Punya Agenda Merusak Demokrasi?

SENIN, 15 MARET 2021 | 13:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Isu masa jabatan presiden tiga periode diduga sebagai awal mula gerakan memberangus sistem demokrasi yang presidensial, yang merupakan buah tangan reformasi tahun 1998.

Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno mempertanyakan orang yang memprovokasi isu ini mencuat, hingga akhirnya memunculkan dugaan-dugaan akan dilakukannya amandemen Undang Undang Dasar (UUD) 1945 melalui usulan Presiden Joko Widodo.

"Perlu dicari siapa yang sebenarnya ngipas-ngipasin dan memberi angin surga terkait tiga periode jabatan presiden itu. Apa maksudnya, apa motifnya? Kan begitu," ujar Adi Prayitno saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (15/3).


Menurut dosen politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini, isu tiga periode presiden memiliki resiko yang cukup besar bagi kualitas demokrasi di Indonesia.

"Untuk (mengimplementasikan) itu harus ada amandemen Undang Undang  Dasar (1945). Amandemen UUD itu sama dengan membuka kotak pandora. Tak ada yang bisa menjamin makhluk apa yang keluar dari kotak itu," kata Adi Prayitno.

"Tidak ada jaminan kalau Undang Undang Dasar 1945 di amandemen itu yang dibahas hanya soal periode jabatan presiden," sambungnya.

Maka dari itu, Adi Prayitno mengaku curiga isu tiga peridoe jabata presiden ini sengaja dimunculkan ke publik oleh satu sosok yang menginginkan sisitem demokrasi berubah menjadi seperti orde baru.

"Jangan-jangan punya agenda setting mencoba untuk merusak kualitas demokrasi kita. Tiga periode kan menyalahi fatsun politik reformasi kita," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya