Berita

Sri Lanka ingin Amazon mengambil bikini yang mengibarkan bendera negara dari situsnya/Net

Dunia

Sri Lanka Desak Amazon Hentikan Jual Produk Pakaian Dalam Dan Keset Buatan China Bergambar Benderanya

SENIN, 15 MARET 2021 | 07:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Sri Lanka telah meminta perusahaan ritel Amazon untuk menarik produk bikini, celana dalam, dan keset, yang disablon dengan gambar singa yang merupakan bagian dari bendera kebangsaan mereka. Permintaan itu dilakukan pada Minggu (13/3), atau dua hari setelah negara tersebut memprotes produk-produk buatan China tersebut.

Kedutaan Sri Lanka di China juga mengatakan bahwa mereka telah mengajukan protes resmi kepada pengecer online tersebut dan meminta pihak berwenang China untuk memastikan diakhirinya pembuatan dan penjualan produk serupa.

“Perusahaan yang memasarkan produk di Amazon diminta melalui surat dari kedutaan untuk segera menghentikan penjualan keset dan produk semacam itu, menyalahgunakan bendera Sri Lanka,” kata kedutaan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Minggu (14/3).


Kedutaan Besar Sri Lanka di Washington mengatakan pihaknya juga telah menangani masalah tersebut, dan telah mengeluh kepada pemerintah AS atas apa yang disebutnya sebagai ‘pelanggaran hak kekayaan intelektual’ dari negara Asia Selatan itu.

Namun, dua hari setelah intervensi Sri Lanka, puluhan pengecer masih menjual barang-barang bertema bendera tersebut. Beberapa vendor China di Amazon menawarkan keset anti selip dengan harga mulai dari 10 hingga 24 dolar AS, dan celana dalam dan bikini dengan cetakan singa dari 9,20 hingga 17,30 dolar AS.

Hal itu juga telah menimbulkan riak di jejaring media sosial seperti Facebook.

“Beginilah cara orang China memandang Sri Lanka,” kata salah satu pengguna Facebook.

Yang lain berpendapat bahwa keset adalah peringatan awal tentang bagaimana hubungan di masa depan mungkin terjadi sehubungan dengan hutang besar Sri Lanka ke China.

“Mungkin itu adalah tanda (tentang bagaimana) mereka akan memperlakukan kami ketika kami gagal membayar pinjaman mereka,” tulis netizen tersebut.

“Jika kami tidak mampu membayar hutang kami, mereka pasti akan mencetak bendera kami di kertas toilet,” tulis yang lainnya.

Sri lanka adalah negara yang sangat sensitif terhadap apa yang dilihatnya sebagai penyalahgunaan bendera nasionalnya, serta simbol-simbol Buddha.

Pada tahun 2002, Mahkamah Agung Sri Lanka memerintahkan polisi dan bea cukai untuk menyita CD musik ruang tunggu Buddha Bar. Kasus lain pada 2010, Sri Lanka mencegah bintang rap AS Akon mengunjungi negara itu akibat salah satu video musiknya menampilkan wanita berpakaian minim menari di depan patung Buddha.

Dua tahun lalu, seorang wanita Muslim ditangkap karena mengenakan gaun dengan cetakan roda kemudi kapal, yang disangka polisi sebagai Dharma Chakra, salah satu simbol Buddha.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya