Berita

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas/Ist

Politik

Sri Lanka Tutup 1.000 Sekolah Islam, MUI: Ini Jelas Tindakan Kekerasan Dan Teroristik

MINGGU, 14 MARET 2021 | 18:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Rencana pemerintah Sri Lanka yang akan menutup seribu sekolah Islam lantaran adanya kudeta di Myanmar mendapat kecaman dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengatakan, rencana pemerintah Sri Lanka tersebut sama saja sebagai bentuk teror.

“Ini jelas-jelas merupakan sebuah tindakan kekerasan dan teroristik yang dilakukan oleh Sri Lanka kepada umat Islam yang ada di negara tersebut,” tegas Anwar Abbas dalam keterangan persnya, Minggu (14/3).


Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan ini menambahkan, tindakan tersebut jelas sangat menyakiti hati umat Islam, baik di Sri Lanka maupun di dunia. Atas dasar tersebut, pihaknya meminta pemerintah Sri Lanka menghentikan kebijakan tersebut.

“Karena hal itu jelas-jelas mencerminkan sikap islamic phobia yang tidak bisa diterima karena akan merusak dan mengganggu hak-hak umat Islam dan ketenteraman dunia,” tegasnya.

Pihaknya juga berharap, pemerintah Indonesia turut melakukan usaha dan upaya menghentikan rencana penutupan seribu sekolah Islam di Sri Lanka. Sebab tindakan tersebut berlebihan dan sudah tidak lagi menghormati hak-hak kebebasan beragama.

“Kalau seandainya pemerintah Sri Lanka terlalu dihantui oleh tindakan-tindakan kekerasan dan terorisme, maka langkah-langkah yang harus ditempuh dan diambil bukanlah dengan menutup sekolah-sekolah Islam, tapi dengan meningkatkan kemampuan aparat intelijennya,” katanya.

Selain itu, Ketua PP Muhammadiyah ini juga menyarankan pemerintah Sri Lanka lebih mempergunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada dalam menberantas terorisme.

“Sehingga hal-hal yang bersifat islamic phobia dan tidak proporsional serta tidak etis ini tidak harus terjadi,” tandasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya