Berita

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari/Net

Politik

Rencana Kongres Bersama DPP KNPI, Qodari: Sosok Gibran Cocok Jadi Pemersatu Dari Perpecahan

SABTU, 13 MARET 2021 | 18:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Rencana islah tiga kubu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan akan melaksanakan Rapimpurnas serta Kongres bersama XVI pada tahun 2021 adalah kabar baik yang ditunggu pelaksanaannya.

Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari, perpecahan di tubuh KNPI sudah terjadi sekitar 15 tahun yang lalu.

Hal ini dimulai terjadinya dualisme pengurus antara kubu pimpinan Ahmad Doli Kurnia dan Azis Syamsuddin pada periode kepengurusan 2008-2011.


Bahkan terakhir, perpecahan itu semakin parah, bukan lagi dua kelompok melainkan menjadi tiga kelompok, yaitu kepengurusan di bawah pimpinan Haris Pertama, Noer Fajrieansyah, dan Abdul Aziz.

“Ini tentunya sesuatu ironi dan kerugian. Ironi karena pemuda itu sebetulnya tokoh pemersatu bangsa, dimulai dan ditandai dengan peristiwa Sumpah Pemuda 1928," kata Qodari, Sabtu (13/3).

"Jadi kalau organisasi pemudanya terpecah, ini jelas merupakan ironi terhadap peran sejarah pemuda sebagai pemersatu bangsa,” sambungnya.

Lanjut Qodari, menjadi kerugian besar kerena pada saat pandemi Covid-19, semua elemen masyarakat seharusnya bersatu, bahu membahu untuk mengatasi permasalahan pandemi, bukan berkonflik dan sibuk berkelahi sendiri dengan sesama.

“Dan orang muda adalah mereka-mereka yang diharapkan menjadi garis terdepan dalam perjuangan melawan pandemi ini. Jadi sesungguhnya sebuah urgensi yang luar biasa bagi KNPI untuk segera bersatu,” jelasnya.

Untuk meredam konflik yang sudah 15 tahun lebih muncul di tubuh kepengurusan DPP KNPI, Qodari menilai dibutuhkan figur pemersatu yang dapat diterima oleh semua kalangan.

“Diperlukan seorang figur pemersatu yang bisa diterima semua kalangan dengan baik. Pertama, karena dia bukan menjadi bagian dari konflik; kedua, dia juga figur yang lagi naik daun (rising star); ketiga dia juga membawa iklim dan program baru, yang betul-betul fresh,” ujar Qodari

Pada titik itu, Qodari memandang Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka sebagai pilihan tepat memimpin KNPI karena dianggap sebagai sosok muda yang diharapkan menjadi titik temu bagi semua kelompok karena bukan menjadi bagian dari konflik.

Menurutnya, Gibran juga memiliki latar belakang enterpreneur, sehingga bisa membuat program kerja dan suasana kerja baru yang berorientasi kepada kewirausahaan, tidak semata-mata berorientasi kepada politik.

“Jadi tepat apabila, para kubu-kubu yang berkonflik ini untuk bisa mulai mempertimbangkan Gibran sebagai Ketua Umum KNPI, sebagai momentum kembali bersatunya KNPI. Sekaligus momentum bersatunya kembali pemuda se Indoneisa,” terangnya.

Selain dibutuhkan figure pemersatu, Qodari juga meminta kebesaran hati dari para senior KNPI khususnya era KNPI masih bersatu, untuk turun gunung mendamaikan juniornya yang berkelahi, memberikan teladan agar tercipta persatuan dan kesatuan

“Perlunya para tokoh senior untuk turun gunung terutama tokoh-tokoh senior dari era ketika KNPI itu solid dan bersatu misalnya Akbar Tanjung, Tjahjo Kumolo, Idrus Marham. Jadi ini semua kan adik-adik mereka jadi para senior menjadi motor persatuan dan kesatuan,” pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya