Berita

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar dalam diskusi virtual Polemik Trijaya FM, Sabtu (13/3)/Repro

Politik

Pemerintah Tidak Sepakat KPPS Yang Meninggal Jadi Alasan Jadwal Pilkada 2024 Direvisi, Mendagri Justru Pertanyakan Manajemen KPU

SABTU, 13 MARET 2021 | 16:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Banyak pihak khawatir jika Pilkada Serentak digelar 2024 akan memakan korban jiwa Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), seperti yang terjadi pada Pemilu Serentak 2019 silam.

Alasan yang sama juga pernah disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU), saat menanggapi rencana pemerintah mengikuti perintah UU 10/2016 yang menyatakan jadwal Pilkada Serentak nasional digelar pada November 2024, atau pada tahun yang sama dengan penyelenggaraan Pemilu Nasional.

Kekinian, pemerintah bersama dengan DPR telah sepakat mencabut revisi UU 7/2017 tentang pemilu dari Prolegnas. Padahal di dalamnya tercantum pasal tentang revisi jadwal Pilkada Serentak agar tetap dilaksanakan sesuai periodisasi pergantian kepala daerah di wilayah masing-masing, atau pada tahun 2022 dan 2023.


Namun,  sikap pemerintah nyatanya telah bulat, yakni tetap menetapkan pelaksanaan Pilkada pada November 2024. Hal itu kembali disampaikan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar.

"Pemerintah melalui berbagai pertimbangan lalu mengambil keputusan bahwa sebaiknya kita tetap menajalankan UU 10/2016. Memang UU itu memerintahkan pilkadanya berlangsung tahun 2024," ujar Bachtiar dalam diskusi virtual Polemik Trijaya FM, Sabtu (13/3).

Persoalan teknis yang disampaikan KPU seperti meninggalnya 894 KPPS karena kelelehan, justru menurut Bahtiar sudah gugur dengan sendirinya. Karena dia berargumen, penyelenggaraan Pilkada 2020 di masa pandemi Covid-19 tidak menimbulkan korban jiwa dikalangan KPPS.

"(Pilkada) tahun 2020 menurut hemat kami jauh lebih berbahaya dari 2019, karena nyata-nyata kita melaksanakan pada saat pandemi. Pelajaran juga menunjukan di 2020 karena kita siagakan relawan, dinas kesehatan sampai level gugus tugas di seluruh wilayah, dan kita lakukan tidak ada masalah," katanya.

Karena itu, Bahtiar mempertanyakan manajemen KPU di Pemilu Serentak 2019 yang lalu, mengapa bisa sampai ada korban meninggal dari KPPS hingga ratusan orang.

"Apakah misalnya karena kelelahan atau ada manajemen distribusi logistik yang bermasalah? Kalau kawan-kawan ingat tahun 2019 itu logistik itu ada yang dua hari sebelum hari h petugas KPPS ikut menghitung surat suara dan segala macamnya. Padahal itu bukan pekerjaan KPPS," tegas Bahtiar.

"Jadi, tidak semata-mata hanya soal kelelehan. Faktornya apa? Ada enggak faktor distribusi yang buruk misalnya, dari KPPS yang bukan bagian kerjaannya tapi harus dikerjakan KPPS pada hari h," tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya