Berita

Eks Waketum Gerindra Arief Poyuono/Net

Politik

Arief Poyuono Ingatkan KNPI Jangan Terpecah Akibat Politik Pecah Belah Elit

SABTU, 13 MARET 2021 | 14:12 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengingatkan agar organisasi tempat berhimpunnya pemuda jangan sampai pecah dikarenakan masalah politik ataupun kepentingan politik elit dan segelintir kelompok.

"KNPI itu organisasi pemuda yang mesti kita jaga kekompakkannya. Tolong jangan diajarkan untuk saling jatuh menjatuhkan dan politik pecah belah oleh para elit politik yang punya kepentingan pribadinya, serta kelompok menjadi terganggu oleh Ketua Umum KNPI yang sah dan kredibel Haris Pertama," ujar Arief Poyuono, kepada wartawan, Sabtu (13/3).

Diketahui, pengurus DPP KNPI dengan Ketua Umum Haris Pertama memecat sejumlah pengurusnya yang kedapatan mengikuti rapat pleno ilegal di Ritz Calton. Haris mengklaim kegiatan yang diklaim sebagai rapat pleno di Ritz Calton beberapa waktu lalu itu sama sekali tidak diketahui oleh pengurus.


Sementara rapat pleno yang disebut ilegal dan diadakan di Ritz Calton itu memutuskan untuk memecat Haris Pertama sebagai Ketua Umum dengan alasan melanggar beberapa ketentuan yang ada di dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KNPI.

Melihat hal itu, Arief Poyuono mengatakan KNPI harus solid dibawah kepemimpinan Haris Pertama. Sebab menurutnya terbukti KNPI lebih hidup dalam menyuarakan kekritisan pemuda terhadap segala aspek di Tanah Air.

"Yang tentu saja kritisnya KNPI di bawah pimpinan Haris Pertama itu sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap bangsanya," jelasnya.

Lebih lanjut, Arief Poyuono juga memberikan pesan kepada pihak-pihak yang berusaha memecah belah organisasi pemuda KNPI.

"Dan pada adik-adik KNPI yang coba-coba mau dipecah belah, sepertinya kalian bukan mewakili suara pemuda pemudi Indonesia yang selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan," tandasnya.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya