Berita

Dari kiri ke kanan: Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko dan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Moeldoko Dituntut Mundur, Demokrat: Ini Jadi Alasan Presiden Bisa Bertahan Di Istana

JUMAT, 12 MARET 2021 | 15:18 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko, dituntut mundur oleh banyak pihak dari jabatn Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal yang diselenggarakan di Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara.

Hal serupa diutarakan kader senior Partai Demokrat, Rachland Nashidik, yang dia sampaikan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (12/3).

"Jalan terbaik bagi Moeldoko adalah mundur dari Ketum abal-abal hasil KLB Ilegal," ujar Rachland Nashidik.


Menurutnya, pilihan tersebut akan memberikan dampak positif bagi Moeldoko dan juga pemerintah termasuk Presiden Joko Widodo.

"Dengan begitu, ia lepaskan Presiden dan koleganya di pemerintah dari beban tak perlu dan sasaran protes publik," kata Rachland Nashidik.

"Ini juga cara yang memberi Presiden alasan untuk mempertahankannya di Istana," tandasnya.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya