Berita

Pejuang kanker, Tri Harjanty dalam Farah ZoomTalk pada 10 Maret 2021/Repro

Kesehatan

Kisah Tri Harjanti, Berjuang Melawan Kanker Dengan Terapi Jus

RABU, 10 MARET 2021 | 14:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Divonis menderita kanker payudara stadium 3 telah mengubah pola hidup seorang ibu rumah tangga bernama Tri Harjanti.

Sekitar lima tahun lalu, 2015, Tri merasakan ada benjolan di payudara kirinya yang besarnya sudah seperti bola golf.

Ketika itu, ia pergi melakukan pemeriksaan kesehatan dan diminta untuk merujuk ke dokter onkologi. Namun tidak ia lakukan dan lebih memilih mencari pengobatan alami secara otodidak.


"Saya penasaran, saya kembali ke rumah, searching-searching cara melawan kanker tidak medis. Ketemu, terapi jus. Saya pelajari," ujar Tri, dalam Farah ZoomTalk pada Rabu (10/3).

Kendati begitu, Tri mengungkap, ia tidak pernah betul-betul melakukan terapi jus. Ia hanya mempelajarinya. Bahkan ia masih menggunakan blender, gula dan susu kental manis yang merupakan akanan kanker.

Tiga tahun kemudian, 2018, Tri yang berusia 41 tahun kemudian menemukan benjolan baru yang kecil di payudaranya.

Setelah itu, ia akhirnya melakukan pemeriksaan lagi ke rumah sakit dan melakukan deteksi dini, di mana ia melakukan mamografi dan USG.

"14 April 2018 saya datang lagi, saya diindikasikan kanker stadium 3. Kemudian saya menangis sebentar. Habis itu saya berpikir positif, saya harus berbuat apa," lanjutnya.

Tri mengatakan, ketika itu, dokter menganjurkan untuk operasi atau kemoterapi. Tetapi Tri berusaha untuk memantapkan diri untuk tidak melakukannya.

"Kaya lagi perang (batin). Keluar dari ruangan, saya bilang ke suami tidak mau operasi atau kemoterapi, dan mau terapi jus," ucapnya.

Sehari setelahnya, 15 April 2018, Tri berkomitmen untuk melakukan terapi jus.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

IRGC: Jika Netanyahu Masih Hidup, Kami Akan Memburunya

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:44

Benarkah Membalik Pakaian Saat Dicuci Bikin Baju Lebih Awet?

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:24

Kantor PM Israel Bantah Rumor Netanyahu Tewas

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:12

KPK Isyaratkan Tersangka Baru dari Pihak Swasta di Skandal Kuota Haji

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:40

KPK Endus Modus THR ke Forkopimda Terjadi di Banyak Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:02

Zelensky Tuduh Rusia Pasok Drone Shahed ke Iran untuk Serang AS

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:51

LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:41

Trump Minta Tiongkok hingga Inggris Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:27

Serangan ke Aktivis Tanda Demokrasi di Tepi Jurang

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:20

KPK Bongkar Dugaan THR untuk Polisi, Jaksa, dan Hakim di OTT Cilacap

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:15

Selengkapnya