Berita

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko saat hadir di acara Deli Serdang, Sumatera Utara/Repro

Politik

Jhonny Allen: KLB Terjadi Karena Demokrat Kolutif, Bukan Disokong Kekuatan Istana

SELASA, 09 MARET 2021 | 03:21 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Jhonny Allen Marbun angkat bicara mengenai anggapan Moeldoko sangat dominan di acara yang diklaim sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Sibolangit.

“Kami ingin menjawab tudingan negatif yang terus berkembang di publik satu hari belakangan ini,” ucap eks politisi Demokrat, Jhonny Allen dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (8/3).

Alasan pertama terselenggaranya acara mengatasnamakan KLB Demokrat, kata Jhonny, merupakan persoalan internal di partai berlambang bintang mercy tersebut.


“Dia (Demokrat) tidak memiliki hubungan apa pun dengan faktor eksternal. KLB adalah akumulasi kekecewaan dan kekesalan kader terhadap pengelolaan partai yang keliru, tidak demokratis, kolutif, dan tidak sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa,” tegasnya.

Atas dasar itu, KLB juga menjadi ajang untuk mengonsolidasikan kekuatan politik kader dan mereka yang menginginkan perbaikan Partai Demokrat.

Jhonny menambahkan, KLB memberhentikan dan mendemisionerkan kekuatan lama yang membuat Demokrat menjadi partai keluarga dan tidak demokratis.

“Jadi, sangat berlebihan bila menyebut KLB Demokrat terjadi karena dukungan Istana dan Pak Moel. KLB justru terselenggara atas komitmen para kader yang ingin perubahan dan perbaikan di dalam tubuh Partai Demokrat,” katanya.

Pihaknya menjelaskan, Moeldoko hanya jadi pemantik harapan tersebut. Prestasi, figur dan kepribadiannya yang baik membuat mayoritas kader jatuh hati pada dirinya.

“Tidak ada alasan lain, selain hal tersebut. Pilihan terhadap Pak Moel bukanlah karena jabatan yang diembannya, melainkan karena kekuatan dan karakteristik pribadi yang dimilikinya,” katanya.

“Sekali lagi, ini tak ada hubungannya dengan istana. Keterpilihan Moeldoko adalah karena dirinya disukai kader dan dipinang oleh para pendiri Demokrat,” imbuhnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya